Alfalfa

loading...

Tanaman Alfalfa memang terdengar sangat asing, bahkan namanya seperti dari bahasa arab dan juga seperti nama minimarket.
gambar tanaman alfalfa medicago sativa
Tanaman Alfalfa adalah tanaman yang biasanya dimanfaatkan sebagai pakan atau makanan ternak, seperti sapiperah, domba, kambing, dan kuda. Sebagai makanan ternak, tanaman ini memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang tinggi. Tak hanya itu saja, ternyata tanaman ini bisa juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Cara mengolahnya yaitu misalnya sebagai sayuran kecambah dan sayuran daun, atau dalam bentuk teh dan ekstrak klorofil

Tanaman alfalfa merupakan sejenis tanaman herba tahunan yang bentuknyua mirip seperti tanaman sayur katuk, dapat hidup hingga 30 tahun, namun hal ini bergantung dari keadaan lingkungan.
Tanaman yang konon katanya berasal dari iran ini mempunyai nama latin “Medicago sativa” yang merupakan jenis tanaman dari keluarga Leguminosea, yang bercirikan adanya bintil-bintil pada akarnya. Bintil-bintil tersebut mengandung bakteri rhizobium yang bisa mengikat nitrogen dari dalam tanah, hal ini membuat tanah yang ditanami alfalfa semakin subur.

A. CIRI-CIRI TANAMAN

BATANG
Batangnya berwarna hijau menyelusur tegak dari dasar kayu dan tingginya berkisar 30-120 cm, Saat memulai perkembangan batang, tunas aksiler yang berada di bagian bawah ketiak daun akan membentuk batang sehingga mahkota pada bagian dasar menjadi pangkal dan tunas aksiler di atas tanah membentuk percabangan, tingginya mencapai maksimal 1,5 meter
DAUN
Daunnya berbentuk love, satu tangkai daun memiliki 3 helai, bunganya berwarna ungu, Tangkai daunnya berbulu, berukuran 5-30 mm
BUNGA
Perbungaan tersusun pada tandan yang padat dengan bunga kecil berwarna kuning.
AKAR dan BIJI
Akarnya tunggang, Kedalaman akar alfalfa dapat mencapai 2-4 meter. Biji bunga berwarna putih kecoklatan.

BUDIDAYA TANAMAN ALFALFA
Dalam melakukan budidaya, yang harus diperhatikan adalah PH kondisi tanah (tingkat keasaman) tanah berkisar 6,3-7,5 dan kandungan garam dalam tanah tidak boleh terlalu tinggi. Selama masa aktif pertumbuhannya, alfalfa tidak memerlukan tanah yang basah.
Pada tahap pembenihan, irigasi umumnya dibutuhkan. Untuk mencegah hama dan penyakit, penyemprotan fungisida dan insektisida diperlukan dalam masa penanaman, Sedangkan Pada waktu panen, biji-bijian biasanya disemprot dengan pengering tanaman untuk mempercepat pengeringan. Waktu panen yang tepat adalah ketika polong-polongan berisi biji sudah 65-75% berwarna coklat gelap.

B. KANDUNGAN ZAT

Alfalfa mengandung sumber vitamin A, C, E, dan K4; dan kalsium mineral, kalium, fosfor, dan zat besi.
Kandungan senyawa lainnya yaitu canavanine dan asam amino

C. KHASIAT DAN MANFAAT

Tanaman Alfalfa bisa digunakan untuk kondisi yang berhubungan dengan ginjal, kandung kemih dan kondisi prostat, serta untuk meningkatkan peredaran urine.

Alfalfa juga busa digunakan untuk kolesterol tinggi, rematik, diabetes, asma, osteoarthritis, sakit perut, dan gangguan perdarahan.

Cara Mengolah Tanaman Alfalfa antara lain : Daun alfalfa yang sudah di cuci bersih, Lalu di Blender. Sebelum diminum, bisa juga dicampurkan dengan jus lain seperti pisang dan wortel, atau bisa diberi sedikit kayu manis, kapulaga, daun mint yang bertujuan untuk menghilangkan aroma alfalfa yang menyengat.

D. KLASIFIKASI ILMIAH

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel Klasifikasi ALFALFA

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae – Plants
Subkingdom: Tracheobionta – Vascular plants
Super divisi: Spermatophyta – Seed plants
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta – Flowering plants
Classis (Kelas): Magnoliopsida – Dicotyledons
Sub Kelas : Rosidae
Ordo (Bangsa): Fabales
Familia (Suku): Fabaceae ⁄ Leguminosae – Pea family
Genus (Marga): Medicago L. – alfalfa
Species (Jenis): Medicago sativa L. – alfalfa

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat Alfalfa yang telah kami rangkum terkait kandungan zat atau nutrisi, klasifikasi tanaman, serta khasiat dan manfaatnya sebagai tanaman obat.

Tinggalkan komentar