Asparagus – Ciri-Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaat Asparagus

loading...

tanobat.com kali ini akan membahas seputar tanaman asparagus, meliputi apa itu tanaman asparagus, ciri-ciri asparagus, kandungan gizi asparagus, khasiat dan manfaat asparagus, klasifikasi asparagus dan budidaya asparagus :

gambar asparagus

Photo : Asparagus warna hijau dan Asparagus warna putih

A. CIRI-CIRI ASPARAGUS

BATANG
Asparagus memiliki batang dalam tanah (rizoma), yang akan menumbuhkan rebung. Sementara “batang” yang tampak di luar tanah merupakan tempat tumbuhnya cabang, ranting dan daun, tinggi tanaman hanya sekitar 1 m, dengan diameter batang hanya 1 cm.
DAUN
Daun Asparagus berbentuk jarum. Sepintas tanaman Asparagus penghasil rebung ini mirip dengan cemara.
BUAH
Asparagus berbuah buni berbentuk bulat dengan diameter 0,5 cm. Warna buah hijau ketika masih muda dan akan berubah menjadi cokelat kehitaman ketika telah tua. Buah masak ditandai dengan warna hitam serta lembeknya kulit buah dengan daging buahnya yang sangat tipis.
BIJI
Biji Asparagus berwarna hitam dengan kulit biji sangat keras.

gambar tanaman asparagus

Photo : Tumbuhan Asparagus

B. APAKAH TANAMAN ASPARAGUS ITU ?

Asparagus adalah sejenis sayuran yang banyak digunakan sebagai bahan makanan, sekitar 300 varietas asparagus telah dicatat, hanya 20 yang dapat dimakan.
Tanaman asparagus dibudidayakan lebih dari 2000 tahun lalu dan digunakan sebagai makanan dan obat-obatan oleh bangsa Yunani dan Roma.
Asparagus telah digunakan sejak lama sebagai bahan makanan karena rasanya yang sedap, pengolahan asparagus juga perlu diperhatikan agar segala manfaat dan kandungan gizi di dalamnya tidak hilang. Cara pengolahan yang baik adalah dengan merebus asparagus sekitar 3-4 menit.

gambar tanaman asparagus

Photo : Tanaman Asparagus

Ada dua jenis rebung Asparagus, yaitu yang berwarna putih dan yang berwarna hijau. Bagian yang dikonsumsi adalah rebung muda. Asparagus penghasil rebung sebenarnya juga sudah sejak jaman Belanda tumbuh di kawasan dataran tinggi, namun fungsinya untuk dipanen daunnya sebagai tanaman hias. Sebenarnya, Asparagus yang ditanam untuk diambil daunnya, adalah jenis Asparagus setactus yang marambat.
Asparagus jenis ini banyak ditanam di teras rumah dan dirambatkan dengan tali, kawat atau kayu. Selain itu masih ada Asparagus densiflorus dan Asparagus umbellatus yang banyak dijadikan elemen taman karena bentuk tajuknya yang tebal dan indah mirip ekor tupai.
Juga Asparagus falcatus yang daunnya besar-besar hingga sepintas tidak tampak sebagai Asparagus. Asparagus setaceus ini disebut juga dengan Asparagus officinalis yang merupakan tanaman penghasil rebung. Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis), merupakan tanaman tahunan.

C. KANDUNGAN GIZI ASPARAGUS

Tanaman asparagus mempunyai banyak kandungan gizi, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Asperegine
    zat yang berguna untuk memperbaiki pencernaan makanan dan melancarkan air seni.
  • Asam Folat
    Dalam asparagus banyak terkandung asam folat yang bermanfaat membantu mengurangi cacat bawaan pada bayi, kanker panggul, usus dan dubur, serta bermanfaat untuk mencegah penyakit-penyakit jantung.
  • Aprodisiak
    Zat untuk merangsang organ seksual dan mengobati nyeri menstruasi.
  • Potassium
    Meregulasikan keseimbangan elektrolit dalam sel dan menjaga fungsi jantung dan tekanan darah yang normal menyembuhkan batu empedu, batu ginjal, kanker prostat, flek hitam kulit.
  • Akar rhizoma asparagus
    Berkhasiat untuk pengobatan infeksi saluran kemih dan batu ginjal secara tradisional.
  • asparagus juga mempunyai kandungan gizi
    Beragam mineral, vitamin B6, kalsium, magnesium dan seng, protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, thiamin, riboflavin, niacin, besi, fosfor, kalium, tembaga, mangan dan selenium.
  • Kandungan Serat
    Kandungan seratnya (dietary fiber) sangat tinggi. Serat dalam asparagus mampu mengikat zat karsinogen penyebab kanker. Serat juga membantu lancarnya proses pencernaan tubuh sehingga Anda terbebas dari gangguan sembelit atau susah buang air besar. Beberapa lembaga ilmiah telah melakukan uji klinis terhadap asparagus. Terbukti sayuran ini mampu meningkatkan kesuburan pria.
  • Asam Amino
    Kandungan asam amino asparagines merangsang ginjal membuang sisa metabolisme tubuh. Zat aktif lain dipercaya meningkatkan sirkulasi darah adn membantu melepaskan deposit lemak dalam dinding pembuluh darah. Sangat baik dikonsumsi bagi Anda yang berjerawat, penderita eksim, gangguan ginjal dan prostat. (OL-08)
  • Rendah Kalori
    Asparagus tidak mengandung kolesterol, rendah kalori dan sangat rendah sodium dan rendah kalori, baik dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani terapi diet.

D. KHASIAT DAN MANFAAT ASPARAGUS

Berikut ini adalah beberapa manfaat asparagus untuk kesehatan

  • Asparagus kaya akan serat alami yang dapat melancarkan sistem pencernaan.
  • Asparagus mengandung asam folat sangat berguna bagi ibu hamil dan janin, untuk melindungi cacat tabung saraf bada bayi. Terus mengkonsumsi asparagus setelah kelahiran juga akan memperlancar produksi air susu Ibu (ASI).
  • Khasiat asparagus bagi tubuh antara lain mampu memperbaiki sistem kardiovaskuler dengan memperkuat fungsi hati, memperbaiki aliran darah, dan memperkuat kapiler tubuh.
  • Asparagus dapat mencegah kram selama menstruasi.
  • Asparagus memiliki antioksidan sehingga mencegah efek-efek penuaan.
  • Asparagus mampu menaikkan libido dan memberikan rasa nyaman.
  • Asparagus membantu dalam treatmen penyakit HIV.
  • Asparagus membantu mencegah multiple sclerosis.
  • Asparagus membantu mencegah penyakit kudis.
  • Asparagus juga bagus untuk mata karena dapat mencegah katarak.
  • Makan asparagus juga mampu menutrisi rambut untuk mencegah rambut rontok.
  • Asparagus juga dapat menangkal kanker, khususnya kanker paru. Kandungan agen anti kanker di dalamnya mampu menyusutkan tumor, dan meningkatkan produksi sel darah putih.
  • Asparagus juga berguna bagi penderita sakit gigi.
  • Sayuran ini juga berkhasiat untuk mencegah penyakit radang sendi, baik untuk penderita artritis, melindungi pecahnya pembuluh darah, mampu perbaiki kinerja ginjal, dan usus karena sifat diuretiknya (mengeluarkan cairan yang tak berguna dari tubuh dalam bentuk air seni). Dengan kata lain akibat efek diuretik ini akan membuat saluran urin menjadi lebih lancar dan mampu menghilangkan kristal ginjal. Namun jangan heran bila setelah mengkonsumsi asparagus, urin Anda agak sedikit berbau tajam seperti sehabis memakan petai.

E. BUDIDAYA TANAMAN ASPARAGUS

Lahan yang dibutuhkan oleh sayuran asparagus adalah dataran tinggi dengan ketinggian 600 – 1300 m dpl. Pembibitan Asparagus dapat dilakukan secara vegetatif dengan kultur jaringan, anakan yang berasal dari tunas maupun setek, serta secara generatif dari biji. Dari ke tiga asal bibit tersebut, bibit yang berasal dari biji lebih baik.
Berikut ini adalah ringkasan budidaya asparagus dari mulai penanaman hingga panen :

  • Sebelum disemaikan, sebaiknya biji direndam dalam air (suhu 27° C)selama 24 jam agar kulit pelindung benih yang keras menjadi lunak sehingga perkecambahan dipercepat
  • Sebelum penanaman, Tanah diolah, diberi pupuk dasar dan Furadan 3G untuk menghindari hama. Bedengan dibuat dengan lebar 120 cm, tinggi 20 – 25 cm, lebar parit 40 cm dengan kedalaman 40 cm. Benih disemai dengan jarak 15×10 cm, dengan kedalaman 2,5 cm, setiap 1 lubang ditanam 1 biji. Di atas permukaan tanah ditutup jerami atau sekam kemudian disiram secukupnya.Bila tanah itu bereaksi cukup masam, maka perlu ditambahkan kapur agar pH menjadi sesuai untuk asparagus.
  • Selanjutnya bibit diletakkan pada cemplongan (parit), kemudian ditimbun dengan tanah bekas galian. Jarak tanam asparagus adalah sekitar 50-60 cm bila jarak antaralur 75-90 cm. Sedangkan bila jarak antaralur 105-110 cm, maka jarak antartanaman dalam baris sekitar 35-45 cm. Dengan jarak itu, jumlah asparagus yang dapat ditanam dapat mencapai 20.000-25.000 pohon dalam satu ha.
  • penyiraman pada pagi dan sore hari, terutama bila tanah cukup kering.
  • Pemupukan dengan Urea/ZA dilakukan setiap 14-21 hari sejak bibit mulai tumbuh dan jumlahnya disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan. Pemupukan dengan pupuk kandang/kompos dapat diulangi setiap 4-5 bulan sekali. Pemakaian pupuk K dapat digunakan setiap 6 atau 8 minggu selama musim penghujan.
    Kebutuhan pupuk saat benih di persemaian adalah sekitar 10 g/tanaman untuk Urea atau 15 g/ tanaman untuk ZA dan 10 g/tanaman untuk TS atau DS.
  • Pembumbunan dilakukan setiap sebulan sekali, atau tergantung banyak sedikitnya rumput (herba) yang mengganggu atau banyak sedikitnya hujan. Selain itu, dilakukan pula penjarangan dengan cara membuang tanaman yang sudah tua atau kering sehingga hanya terdiri dari 3 atau 4 tanaman.
  • Pemberantasan atau pencegahan meluasnya hama penyakit adalah dengan penyemprotan fungisida yang mengandung bahan dasar tembaga, antara lain bubur bordo, bubur burgundy, dan insoluble coppers.
  • Panen dapat dilakukan mulai umur 8-9 bulan atau 2 – 3 bulan setelah pemindahan. Panen dilakukan dengan memotong rebung dan kemudian menimbun kembali sekeliling tanaman dengan tanah/kompos. Cara panen dengan memotong batang muda merupakan cara yang lebih baik, karena cara tersebut tidak merusak sistem perakaran tanaman yang dijadikan indukan.

G. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN ASPARAGUS

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel klasifikasi ASPARAGUS

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis (Kelas): Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Liliidae
Ordo (Bangsa): Liliales
Familia (Suku): Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus (Marga): Asparagus
Species (Jenis): Asparagus officinalis L.

NAMA-NAMA LAIN ASPARAGUS
Indonesia: Asparagus
Inggris: common asparagus, garden asparagus

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat ASPARAGUS yang meliputi Ciri-ciri ASPARAGUS, Klasifikasi ASPARAGUS, kandungan zat atau nutrisi ASPARAGUS serta khasiat dan manfaat ASPARAGUS sebagai tanaman obat.

loading...

Kata Kunci Pencarian :

pohon asparagus | tanaman asparagus | Asparagus adalah | nama lain asparagus | apa itu asparagus | tumbuhan asparagus | gambar asparagus | ciri ciri asparagus | daun asparagus | akar asparagus |
Asparagus – Ciri-Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaat Asparagus Ahli Pengobatan 04 Des 2014. Asparagus – Ciri-Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaat Asparagus

loading… tanobat.com kali ini akan membahas seputar tanaman asparagus, meliputi apa itu tanaman asparagus, ciri-ciri asparagus, kandungan gizi asparagus, khasiat dan manfaat asparagus, klasifikasi asparagus dan budidaya asparagus : A. CIRI-CIRI ASPARAGUS BATANG Asparagus memiliki batang dalam tanah (rizoma), yang akan menumbuhkan rebung. Sementara “batang” yang tampak di luar tanah merupakan tempat tumbuhnya cabang, ranting […]

4.9 Ahli Pengobatan

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...