Bandotan

loading...

Tanaman bandotan adalah tanaman yang sering dikenal sebagai tanaman sejenis gulma, bandotan sering ditemukan sebagai tumbuhan pengganggu di wilayah bersemak belukar, sawah-sawah yang mengering, ladang, pekarangan, tanggul, tepi air, dan tepi jalan.
gambar bunga bandotan

Tanaman bandotan mempunya nama ilmiahAgeratum conyzoides‘ Menurut keterangan jurnal Ageratum conyzoides: A Tropical Source of Medicinal and Agricultural Products, tanaman ini berasal dari wilayah sekitar Amerika Serikat Tenggara sampai Amerika Tengah, tetapi pusat asalnya adalah di Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia.

Tumbuhan ini menyebar luas di seluruh wilayah tropika, bahkan hingga subtropika. tumbuhan ini berbunga sepanjang tahun dan dapat menghasilkan hingga 40.000 biji per individu tumbuhan. karena itulah gulma ini dirasakan cukup mengganggu di perkebunan.
Menurut catatan buku Weeds of Rice in Indonesia, tanaman bandotan didatangkan ke pulau Jawa sebelum tahun 1860.

A. CIRI-CIRI TANAMAN BANDOTAN

BATANG
Mempunyai tinggi batang sekitar 100cm, Batangnya ditumbuhi bulu-bulu putih halus dan biasanya bercabang-cabang, memiliki satu atau beberapa kuntum bunga majemuk di bagian ujungnya.
DAUN
Daunnya bertangkai dengan ukuran 0,5–5 cm, terletak berseling atau berhadapan, Helaian daun bulattelur hingga menyerupai belah ketupat dengan ukuran 2–10 × 0,5–5 cm;
Tepi daun bergerigi dan kedua permukaannya berambut panjang, dengan kelenjar di sisi bawah.
BUNGA
Warna bungan putih dan ungu. Bunga bandotan tumbuh berkumpul dan menghadap arah yang sama. Setiap kuntum bunga punya antara 60 – 70 individu-individu bunga.
AKAR
Akarnya tumbuh di bagian bawah batang yang menyentuh tanah.

ciri ciri tanaman bandotan agreatum conyzoides

B. KANDUNGAN ZAT TANAMAN BANDOTAN

Nutrisi penting yang terdapat dalam tanaman BANDOTAN antara lain :
Minyak esensial/atsiri, alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, glikosida, kumarine, eugenol 5%,dan HCN.

Ada juga 51 senyawa terpenoid, termasuk percocene I dan precocene II, ditemukan dalam tanaman babadotan. Kedua senyawa itu terbukti kegunaannya untuk mengatasi perkembangan serangga. Kemudian diidentifikasi 11 cromene dalam minyak esensial, termasuk 6-angeloyloky-7-methoxy-2,2-dimethylcromen. Selain itu, kandungan ageratocromene (jenis cromene lainnya) dan cariophylene ditemukan dalam minyak esensial tanaman ini.
Berdasarkan hasil penelitian, kandungan minyak atsiri di dalamnya ditemukan antara 0,02% hingga 0,16%. Ditemukan juga kandungan conyzorigium, yang merupakan cromene.

Juga telah diidentifikasi adanya kandungan flavon, seperti ageconyflavon A, B, dan C, serta hexametoxyflavone. Lalu didapati adanya kandungan senyawa kumarin, termasuk 1-2 benzopirone. Bandotan juga mengandung senyawan racun alkaloid pirrolizidinic.

EFEK FARMAKOLOGIS : Menurut situs web IB HOME REMEDIES, seluruh bagian dari tanaman ini memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi dan anti-alergi. Selain itu, dilaporkan juga adanya kemampuan anti-diare, nematosida, anti-koagulan, relaksan otot polos, hemostatik, analgesik, anti-jamur, anti-bakteri, dan hipotermik.

C. KHASIAT DAN MANFAAT TANAMAN BANDOTAN

Manfaat Ekstrak atau Sari Tanaman:
Sari dari tanaman bandotan segar, atau ekstrak dari bandotan yang sudah dikeringkan, berkhasiat untuk pengobatan alergi rinitis dan sinusitis. Sarinya juga berguna untuk pengobatan perdarahan rahim pasca-melahirkan.

Manfaat Akar Bandotan:
Sari dari akar bandotan bersifat anti-litik, yang artinya bermanfaat untuk pengobatan batu ginjal atau penyakit endapan keras dalam tubuh lainnya.

Manfaat Bunga Bandotan:
Sari dari kepala bunga bandotan bermanfaat untuk mengobati kudis dari luar (eksternal). Sedangkan salep yang terbuat dari bunga bandotan bermanfaat untuk pengobatan rematik. Teh dari bunga bandotan juga berguna untuk meredakan batuk dan pilek.

Manfaat Daun bandotan
Berkhasiat untuk menyembuhkan luka, caranya daun dikeringkan dan digerus menjadi bubuk lalu ditaburkan untuk menyembuhkan luka terbuka. Bubuk daun bandotan bekerja dengan cara menyerap kelembapan dari luka dan membentuk lapisan di atas luka yang bisa diangkat setelah 1 – 2 hari. Khasiat daun bandotan juga digunakan untuk mengatasi demam tinggi.
gambar khasiat manfaat bandotan bagi kesehatan

  • Dikutip dari harnas.co. pada 10 agustus 2017, Drh Dian Wahyu Harjanti Phd, dosen Fakultas Peternakan dari Universitas Diponegoro (Undip), termasuk salah satu peneliti bandotan. Bandotan yang dianggap gulma itu berhasil diubah menjadi antiseptik dan desinfektans. Dian mengembangkan Agera Mastic, yang dibuat dari herba bandotan. Produk ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri, baik bakteri gram positif dan negatif.
    Pada sapi perah dan kambing, produk ini berfungsi sebagai antiseptik dengan cara mencelupkan puting susu (dipping) selama 10 detik pada larutan Agera Mastic, setelah dilakukan pemerahan susu. Sedangkan pada ayam broiler, produk ini berfungsi sebagai desinfektans. Cara aplikasinya yaitu dengan menyemprotkan larutan ini pada setiap bagian kandang sebelum ayam dimasukkan.
  • Di Bogor, babadotan dikenal luas sebagai obat luka. Caranya, dengan menumbuk bandotan dan dicampur dengan minyak goreng, dan dipergunakan untuk obat luar saja.[3] Menurut Heyne[6], daun tumbuhan ini diremas-remas, dicampur dengan kapur, dioleskan pada luka yang masih segar. Rebusan dari daun juga digunakan untuk obat sakit dada, sementara ekstrak daunnya untuk obat mata yang panas. Akar yang ditumbuk dioleskan ke badan untuk obat demam; ekstraknya dapat diminum. Daunnya bisa dijadikan obat tetes mata, dengan jalan menumbuknya; air tumbukan tersebut, bisa diteteskan ke mata untuk cuci mata. Cara ini umum di Pantai Gading. Di sana pula, bandotan dipergunakan untuk sakit perut, penyembuhan luka, dan untuk menyembuhkan patah tulang.[3]
  • Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai pestisida nabati adalah daun. Cara kerjanya adalah penolak (repellent) dan menghambat perkembangan serangga.
  • Eliza Magdalena melalui penelitian yang dilakukan pada 1993 (Jurusan Farmasi FMIPA UI Jakarta), menyebutkan bahwa pada dosis 40 persen dan 80 persen dapat menyembuhkan luka sesuai dengan peningkatan dosis. Bahkan, efek penyembuhan luka pada dosis 80 persen tidak berbeda nyata dengan yodium povidon 10 persen.
  • JI Durodola dari Department of Surgery University of Ibadan, Nigeria, dalam penelitiannya berjudul “Antibacterial property of crude extracts from herbal wound healing remedm Ageratum conyzoides”, Planta Med. 32:388–390, menyebutkan di Afrika tengah, bandotan digunakan untuk mengobati pneumonia akan tetapi lebih populer untuk pengobatan luka bakar.
  • N Borthakur, AKS Baruah, dalam penelitian yang berjudul “Search for precocenes in Ageratum conyzoides Linn. of North-East India”, J. Indian Chem. Soc. 64:580–581, menyebutkan bandotan di India, digunakan sebagai antidisentri, antibakteri dan peluruh batu saluran kemih.
  • Sementara di Kenya, Afrika Timur, dikutip dari keys.lucidcentral.org, bandotan digunakan sebagai obat tradisional untuk efek antiasmatik, antispasmodik dan hemostatik. Namun, penggunaan ini tidak dapat mengimbangi dampak negatif keseluruhan tanaman ini.
  • Tim peneliti dari Lembaga Penelitian Medis dan Studi Tanaman Obat (IMPM) Universitas du Quebec Montreal Kanada, meneliti pengaruh ekstrak daun Ageratum conyzoides pada glukosa darah tikus yang diinduksi normoglycemic dan streptozotocin. Ekstrak diberikan secara oral dan kadar glukosa darah diukur setiap jam selama 4 jam.
  • Aktivitas hipoglikemik dievaluasi dengan membandingkan dengan kadar glukosa darah awal. Pada tikus streptozotocin-diabetes, ekstrak air dari daun Ageratum conyzoides menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan 9,5 persen setelah 1 jam dan 21,3 persen setelah 4 jam.
  • Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, meneliti efek minyak esensial dari bandotan memiliki efek antipenuaan, juga dapat memperbaiki pembuluh darah vaskuler pada sel-sel kultur yang terpapar glukosa tinggi pada penderita diabetes mellitus.
  • Dari beberapa hasil penelitian, seperti dikutip dari balittra.litbang.pertanian.go.id, diketahui bandotan dapat digunakan sebagai pupuk organik dan bahan insektisida nabati. Selain itu, bandotan dapat digunakan sebagai obat, pestisida, herbisida, bahkan untuk pupuk nabati yang dapat meningkatkan hasil produksi tanaman.

D. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN BANDOTAN

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel KLASIFIKASI BANDOTAN

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae – Plants
Subkingdom: Tracheobionta – Vascular plants
Super divisi: Spermatophyta – Seed plants
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta – Flowering plants
Classis (Kelas): Magnoliopsida – Dicotyledons
Sub Kelas : Asteridae
Ordo (Bangsa): Asterales
Familia (Suku): Asteraceae ⁄ Compositae – Aster family
Genus (Marga): Ageratum L. – whiteweed
Species (Jenis): Ageratum conyzoides L. – tropical whiteweed

NAMA-NAMA LAIN TANAMAN BANDOTAN
Dalam klasifikasi makhluk hidup, dikutip dari balittra.litbang.pertanian.go.id, bandotan di Sumatera disebut bandotan, daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput tahi ayam.
Warga Sunda menyebut babadotan, babadotan leutik, babandotan, babadotan beureum, babadotan hejo, jukut bau, ki bau, bandotan, berokan.

Nama lokal lain wedusan, dus wedusan, dus bedusan, tempuyak (Jawa), dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru, sopi (Sulawesi), rumput balam (Pontianak.)
Di beberapa negara, bandotan dikenal dengan nama lokal sheng hong ji (Tiongkok), bulak manok, ajganda (Filipina).

Dalam bahsa ingrris : Billygoat-weed, Goatweed, Chick weed, atau Whiteweed.

Efek Samping Tanaman Bandotan
Tanaman bandotan memiliki kandungan bioaktif yang menghasilkan aktivitas insektisida (bersifat racun seperti pestisida). Tanaman ini juga mengandung senyawa alkaloid dari kelompok pirrolizidinic, yang adalah bagian dari mekanisme pertahanan dari tanaman itu untuk melawan serangga pemakannya.

Berdasarkan info dari situs web Herbsia, senyawa alkaloid tersebut bersifat hepatotoksik, yang artinya dapat menganggu fungsi hati. Senyawa itu juga bisa memicu penyakit hati dan bahkan kanker hati. Karena itu, situs web tersebut tidak menyarankan penggunaan tanaman ini untuk dikonsumsi, melainkan hanya sebatas obat luar saja.
Namun, mengingat riwayat penggunaannya secara tradisional yang termasuk untuk obat dalam, banyak orang tetap memanfaatkan tanaman herbal ini untuk dikonsumsi.

Rujukan

satuharapan.com/read-detail/read/bandotan-gulma-bermanfaat-untuk-pestisida-dan-antiseptik
idntimes.com/health/fitness/yulia-nor-annisa/daun-bandotan-c1c2/full
deherba.com/daun-bandotan.html

Close

Tinggalkan komentar