BENGKOANG

Bengkoang atau Bengkuang (Pachyrhizus erosus) merupakan jenis tanaman umbi-umbian, biasanya umbi harus dimasak dulu sebelum dimakan, lain halnya dengan bengkuang yang bisa dimakan tanpa di masak, hal ini karena di Indonesia bengkoang bisa digolongkan sebagai tanaman buah, walaupun ternyata dikelompokkan dalam suku polong-polongan, karena di beberapa negara lain yang dimanfaatkan adalah polongnya.

ciri tanaman bengkoang

Di Indonesia, bengkoang biasanya dimanfaatkan sebagai campuran membuat rujak dan asinan, dan ada juga yang memanfaatkannya sebagai penyegar dan pemutih kulit.
Bengkoang umumnya berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah (Ref:Vaughan and Geissler, 2009). Pada mulanya, tanaman ini tumbuh secara liar dan banyak dibudidayakan di Meksiko dan sekitarnya, namun tidak intensif (Ref:Peter, 2008).
Di Asia, bengkoang pertama kali diperkenalkan di Negara Filipina dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara (Ref:Lingga, 2010). Di Indonesia sendiri bengkoang dapat dijumpai di kota Padang (Sumatra Utara) dan di Kebumen (Jawa Tengah).
tanaman ini dapat mencapai panjang 4-5m, sedangkan akarnya dapat mencapai 2m. tanaman bengkoang menghasilkan bunga dengan kelopak berwarna biru atau putih serta buah legum yang berbulu ketika muda.

Umbi bengkoang mengandung gula dan pati serta fosfor dan kalsium. Umbi ini juga memiliki efek pendingin karena mengandung kadar air 86-90%. Umbi bengkuang sebaiknya disimpan pada tempat kering bersuhu 12 °C hingga 16 °C. Suhu lebih rendah mengakibatkan kerusakan. Penyimpanan yang baik dapat membuat umbi bertahan hingga 2 bulan.

Kehilangan berat (Weightloss) selama masa penyimpanan yang berada didalam gudang atau ditempat penyimpanan lainya yang dapat mencapai 10-12% dalam 3 bulan pertama dan 30-60% setelah 6 bulan (Coursey, 1967).

Bengkuang sangat mudah terserang hama dan penyakit seperti jamur, kumbang pemakan bengkuang, dan sebagian besar diakibatkan oleh virus perusak.

A. CIRI-CIRI TANAMAN

BATANG
Batangnya menjalar dan membelit, dengan rambut-rambut halus yang mengarah ke bawah.
DAUN
Daunnya majemuk menyirip, dengan ujung runcing dan bergigi besar, beranak daun 3; bertangkai 8,5-16 cm; anak daun bulat telur melebar, berambut di kedua belah sisinya.
BUNGA
Bunga berkumpul dalam tandan di ujung atau di ketiak daun, sendiri atau berkelompok 2-4 tandan, panjang hingga 60 cm, berambut coklat. Tabung kelopak bentuk lonceng, kecoklatan, panjang sekitar 0,5 cm, bertaju hingga 0,5 cm. Mahkota putih ungu kebiru-biruan, gundul, panjang lk. 2 cm. Tangkai sari pipih, dengan ujung sedikit menggulung; kepala putik bentuk bola, di bawah ujung tangkai putik, tangkai putik di bawah kepala putik berjanggut.
BUAH dan BIJI
Buah polong bentuknya pipih, panjang 8–13 cm, berambut, berbiji 4-9 butir.
UMBI
Umbi akar (cormus) berbentuk bulat tidak beraturan seperti gasing, beratnya bisa mencapai 5 kg. Kulit umbinya tipis berwarna coklat muda dan bagian dalamnya berwarna putih dengan cairan segar agak manis. Rasa manis berasal dari suatu oligosakarida yang disebut inulin (bukan insulin!), yang tidak bisa dicerna tubuh manusia. Sifat ini berguna bagi penderita diabetes atau orang yang berdiet rendah kalori.

JENIS-JENIS (SPECIES) BENGKOANG
Ada tiga jenis Bengkoang yaitu :

  1. Pachyrhizus erosus : spesies yang paling luas diperkenalkan di sebagian daerah tropis.
  2. Pachyrhizus ahipa (Wedd.) Farodi : sedang dibudidayakan, dan tanaman ini ditanam oleh komunitas-komunitas kecil yang terletak di lembah Andes subtropis Timur Bolivia dan di utara Argentina.
  3. Pachyrhizus tuberosus : ditemukan di sepanjang sistem sungai yang berbeda di Amazon.

B. KANDUNGAN ZAT

Berikut ini adalah Nutrisi penting yang terdapat dalam tanaman BENGKOANG :
Nutrition Facts Bengkuang / Per 100 gram
Kalori (kcal) : 38
Jumlah Lemak: 0.1 g
Lemak jenuh: 0 g
Lemak tak jenuh ganda : 0 g
Lemak tak jenuh tunggal : 0 g
Kolesterol : 0 mg
Natrium : 4 mg
Kalium : 150 mg
Jumlah Karbohidrat : 9 g
Serat pangan : 4.9 g
Gula : 1.8 g
Protein : 0.7 g
Vitamin A : 21 IU
Vitamin C : 20.2 mg
Kalsium : 12 mg
Zat besi : 0.6 mg
Magnesium : 12 mg

Ampas bengkoang kaya akan serat pangan dan berpotensi sebagai sumber prebiotik, karena diduga masih mengandung inulin dan oligosakarida lainnya (de Melo dkk., 1994).
Bengkuang juga banyak mengandung niacin, riboflavin, dan tiamin.

C. KHASIAT DAN MANFAAT

Umbi bengkoang mengandung inulin yang tidak dapat dicerna sehingga dapat digunakan sebagai pengganti gula, dapat diolah sebagai bahan makanan awetan atau manisan (Hariati dkk., 2012). Menurut Kundu (1969), Bengkuang digunakan dalam pembuatan tepung bermutu tinggi di India. Selain itu, bengkuang dapat diolah menjadi keripik, makanan rebusan dan sup.
gambar manfaat tanaman bengkoang
Berikut ini adalah beberappa manfaat buah bengkoang yang berguna untuk kesehatan tubuh:

loading...
  • Mengatasi Gangguan pencernaan
    Kandungan serat pada bengkoang, bermanfaat untuk mengatasi sembelit, perut kembung, diare, dan gangguan pencernaan lainnya.
  • Meningkatkan sistem imun tubuh
    Dalam 100 gram buah bengkoang, terkandung 40% kebutuhan dosis vitamin C harian di dalam tubuh, sehingga bermanfaat dalam menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika kekebalan tubuh meningkat, tubuh jadi tidak akan mudah terserang bakteri, virus, ataupun jamur yang dapat menyebabkan penyakit, apalagi bengkoang juga mengandung zat antioksidan alami yang mampu memerangi radikal bebas.
  • Bagus untuk Kesehatan Tulang
    Kandungan mineral pada bengkoang, seperti magnesium, zat tembaga, dan zat besi, bagus untuk kepadatan tulang, dan juga bermanfaat untuk menyembuhkan dan memicu pertumbuhan tulang baru yang rusak.
  • Baik untuk diet diabetes
    Kadar glukosa rendah pada bengkuang baik untuk diet penderita diabetes. Kadar oligofruktosa inulin dalam bengkoang adalah sejenis karbohidrat yang sulit dicerna tubuh.

Manfaat Bengkuang untuk Kecantikan
Karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi ini sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit. Vitamin C merupakan antioksidan yang dapat membantu memproduksi kolagen agar kulit tetap sehat. Vitamin C dapat menghilangkan tanda-tanda penuaan karena berperan dalam sintesis kolagen dalam tubuh. Vitamin C juga dapat membantu memperbaiki dan mencegah kulit kering, serta melindungi kulit dari sinar matahari.
Caranya yaitu anda dapat menjadikan bengkuang menjadi masker kulit.

D. KLASIFIKASI ILMIAH

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel Klasifikasi BENGKOANG

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae – Plants
Subkingdom: Tracheobionta – Vascular plants
Super divisi: Spermatophyta – Seed plants
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta – Flowering plants
Classis (Kelas): Magnoliopsida – Dicotyledons
Sub Kelas : Rosidae
Ordo (Bangsa): Fabales
Familia (Suku): Fabaceae ⁄ Leguminosae – Pea family
Genus (Marga): Pachyrhizus Rich. ex DC. – pachyrhizus
Species (Jenis): Pachyrhizus erosus (L.) Urb. – yam bean

NAMA LAIN TANAMAN BENGKOANG
Dalam Bahasa Spanyol, tumbuhan ini dikenal sebagai xicama atau jícama.
Sinonim tanaman bengkoang :
– Cacara bulbosa Rumphius ex Du Petit-Thouars
– Dolichos erosus L., 1753 (basionym)

Referensi

  • Peter, K. V. 2008. Underutilized and Underexploited Horticultural Crops, Volume 4. New India Publishing Agency, New Delhi.
  • Vaughan, J. G. and Geissler, C. A. 2009. The New Oxford Book of Food Plants. Oxford University Press Inc, New York.
  • Lingga, L. 2010. Cerdas Memilih Sayuran. PT AgroMedia Pustaka, Jakarta.
  • de Melo, E.P., N. Krieger, and T.L.M. Stamford. 1994.Physchochemical properties of Jacatupe (Pachyrhizus erosus L. Urban) starch. Starch 46: 245–247.
  • Hariati, Isni., B. T, Chairun. N dan Barus,Asil. 2012. Tanggap pertumbuhan dan produksi bengkuang terhadap beberapa dosis pupuk kalium dan jarak tanam. Jurnal Online Agroekoteknologi, 1(1), 99 – 108.
  • Kundu, B.C. 1969. Some edible rhizomateous and tuberous crops of India. Pp. 124-130 in Proceedings of the International Symposium on Tropical Root Crops (A. Tai, W.B. Charles, P.H. Haynes, E.F. Iton and K.A. Leslie, eds.), St. Augustine, Trinidad, April 2-8, 1967, Vol. 1.

Tinggalkan komentar