Cincau

Cincau adalah tumbuhan yang daunnya dapat menjadi kental seperti gel atau serupa dengan agar-agar yang diperoleh dari perendaman dan perasan daunnya.
Gel dapat terbentuk karena daun tumbuhan cincau mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air.

gambar khasiat obat daun cincau
Tanaman cincau berasal dari Asia Tenggara, merupakan tanaman rambat dari famili siwar-siwaran (Menispermae), cincau sering ditemukan tumbuh secara liar.

Konon Katanya cincau sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa. Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesone. spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini.

Cincau (Cyclea barbata) merupakan spesies dari genus cyclea. Daun cincau hijau dapat anda temukan di berbagai tempat di Indonesia, dari pasar tradisional hingga di pusat perbelanjaan modern.

Terdapat beberapa jenis cincau yang dikenal saat ini yaitu cincau hijau, cincau hitam, dan cincau minyak.
gambar tanaman cincau hijau Cyclea barbata

Tanaman cincau berkembang dengan baik di dataran pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut,tanaman cincau hijau ini masih tumbuh liar bersama semak2 belukar yang jauh dari pemukiman penduduk.

Di Jawa, tanaman cincau hijau juga sengaja dimanfaatkan di tanam di pekarangan atau halaman rumah agar tempat menjadi teduh

Cara pengembangbiakan tanaman ini dapat dilakukan dengan generatif melalui pertumbuhan biji atau dengan cara vegetatif dengan melalui stek batang maupun dengan pertumbuhan tunas akarnya

A. CIRI-CIRI TANAMAN CINCAU

BATANG
Tanaman merambat dengan batang berbulu halus, tumbuh liar dan subur disemak-semak belukar
DAUN
Daunnya berbentuk bulat telur, bentuk segitiga sama sisi atau segitiga yang melebar, panjang lebih dari 17.5 cm, berambut di bagian bawah, panjang tangkai lebih dari 6,5 cm, berambut kasar.
BUNGA
Bunga jantan dengan kelopak berbulu halus dan daun mahkota berpautan, bunga betina berjejalan di bongkol yang agak bulat, dengan daun buah menggimbal dan Buah berbulu halus

B. KANDUNGAN ZAT TANAMAN CINCAU

Nutrisi yang terkandung dalam 100 gram (g) daun cincau (Anonymous, 2011) antara lain energi 122 kkal, protein 6 g, lemak 1 g, karbohidrat 26 g, kalsium 100 mg, fosfor 100 mg, zat besi 3.3 mg, vitamin A 10.750 SI, vitamin B1 80 mh, vitamin C 17 mg, dan serat makanan 6.23 g.

Cincau hijau mengandung klorofil yang tinggi (1709 ppm) daripada tanaman lainnya seperti pegagan, daun katuk, dan murbe. bahwa klorofil disamping sebagai zat warna (hijau daun) juga merupakan senyawa antioksidan,antimutagenik, antiperadangan dan antikanker.

C. KHASIAT DAN MANFAAT CINCAU

Selain rasanya yang nikmat sebagai minuman pelepas dahaga, cincau juga dapat berfungsi sebagai obat, antara lain :

Loading...
  • Rebusan akar cincau hijau dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi demam
  • Daunnya digunakan untuk membuat jelly, gel atau agar-agar yang disebut cincau atau ‘cincau hijau’, yang dikonsumsi sebagai penyegar minuman es dan untuk mengatasi panas dalam serta keluhan di daerah perut.
  • Cincau dapat dibuat sebagai minuman kesehatan pagi penderita kanker. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak daun cincau hijau terhadap aktivitasenzim antioksidan superoksidase dismutase dan katalase pada mencit bertumor mammary. Bahkan akhir-akhir ini dipercaya dapat pula membasmi sel-sel kanker payudara.
    Hasil penelitian Zakaria dkk. (2004) membuktikan bahwa ekstrak daun cincau hijau cukup efektif membunuh (membasmi) sel-sel tumor (kanker) pada stadium dini dan juga mampu menghambat pertumbuhan sel-sel tumor (kanker) yang sudah menjalar kebagian organ lain. Selain itu, ternyata cincau hijau juga mampu menyingkirkan senyawa-senyawa berbahaya pemicu kanker.

CARA MENGOLAH DAUN CINCAU
Pilihlah daun cincau yang agak tua dan utuh, lalu cuci dengan air bersih kemudian ditumbuk atau diremas-remas dengan ditambahkan air masak secukupnya (suhu ± 40 0C) dan di rendam beberapa waktu, lalu diperas sambil disaring dan ditampung dalam loyang.
Tujuan merendam daun cincau adalah untuk memberi kesempatan pada hidrat arang (karbohidrat) mengikat air sebanyak-banyaknya.
Kemudian didiamkan pada suhu kamar hingga terbentuk gel. Setelah terbentuk gel (agar-agar), selanjutnya dipotong-potong (1x1x1 cm) atau sesuai kebutuhan, dan cincau hijau siap disajikan dan dinikmati sesuai selera.

D. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN CINCAU

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel KLASIFIKASI CINCAU

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae-Plants
Subkingdom:
Super divisi: Embryophyta
Divisio (Pembagian): Tracheophyta
Classis (Kelas):
Sub Kelas :
Ordo (Bangsa): Ranunculales
Familia (Suku): Menispermaceae
Genus (Marga): Cyclea
Species (Jenis): Cyclea barbata

NAMA-NAMA LAIN CINCAU
Tanaman cincau dikenal dengan nama camcao (Jawa), camcauh (Sunda), juju, kepleng, krotok, tarawalu, tahulu (Melayu), Cincau hitam namanya Janggelan (jawa timur)

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat CINCAU yang telah kami rangkum terkait kandungan zat atau nutrisi, klasifikasi tanaman, serta khasiat dan manfaatnya sebagai tanaman obat.

Tinggalkan komentar