Daun Encok

Tanaman daun encok adalah tanaman semak-semak yang biasa tumbuh di habitat antopogen terbuka misalnya savana (padang rumput), ladang, pinggiran hutan, pinggir saluran air.

Tanaman ini mempunyai nama ilmiah atau nama latin “Plumbago zeylanica” Perbanyakan tanaman ini bisa dengan biji atau setek.

Sesuai dengan namanya,tanaman daun ini memang bisa berkhasiat untuk mengatasi encok atau sakit nyeri pada persendian, baik itu nyeri punggung, pinggang, rematik maupun rasa nyeri sendi lainnya.
Tumbuhan ini sangat beracun, sehingga pada saat menerapkan tumbuhan ini janganlah terlalu lama, cukup 30 menit saja.

tanaman daun encok untuk rematik

A. CIRI-CIRI TANAMAN DAUN ENCOK

BATANG
Berkayu, bentuknya bulat licin, beralur dan bercabang, tingginya 1 hingga 2.5 meter.
DAUN
Daunnya tunggal lebar, Bentuknya bulat telur, letaknya berselang-seling, berwarna hijau muda, ujung daun meruncing, biasanya ada titik-titik putih berlilin di bagian bawah, panjang tangkai daun 2–12 mm.
BUNGA
Berwarna putih, terletak dalam tandan, Kelopak bunganya berwarna hijau, dibungkus dalam kelenjar tangkai, panjang tabung mahkota 1,7-2,6 cm, cuping 0,6–1 cm x 0,3-0,5 cm, putih dan berbau. Benang sari berwarna ungu, bakal buah dan tangkai putik gundul.
BUAH dan BIJI
Buahnya kecil bulat dan panjang, berwarna hijau sewaktu muda dan coklat jika sudah tua. Bijinya kecil berwarna coklat tua, berukuran 6 mm x 2 mm.

B. KANDUNGAN ZAT TANAMAN DAUN ENCOK

Daun encok mengandung plumbagin, 3-3-biplumbagin, 3-kloroplum-bagin, khitranon (3-6-biplumbagin), dan droseron (2-hidroksiplum-bagin). Zat plumbagin sangat beracun dan pada pemakaian lokal bisa mengakibatkan kerusakan kulit berupa lepuh mirip luka bakar.

Ekstrak metanol daun encok dapat digunakan sebagai antimikroba dan antijamur. Zona inhibisi tertinggi tercatat dari melawan Vibrio cholerae. Tampak juga, bahwa ekstrak kasar tumbuhan ini dapat melawan bakteri gram-postif maupun negatif.

Daun encok memiliki aktivitas antibakteri, antimikotik, antiviral, antiplasmodial, leishmanicidal, trypanocidal, dan antikarsinogenik.

Prasetyorini, Anita Jati, dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, meneliti efek analgetik ekstrak etanol daun encok (Plumbago zeylanica, L.) dengan metode Soxhletasi pada mencit jantan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun encok mempunyai efek analgetik.

manfaat daun encok

C. KHASIAT DAN MANFAAT TANAMAN DAUN ENCOK

Di India, tanaman ini digunakan untuk demam, diare, masalah pencernaan, pilek, masalah kulit seperti kusta/lepra, dan malaria.
Di Nepal, tanaman daun encok ini digunakan untuk antivirus, dan di Taiwan, dapat digunakan untuk aktivitas anti-Heliobakteri.
Di Madras, tanaman ini digunakan untuk antioksidan.
Di Ethiopia, tumbuhan ini digunakan untuk masalah lambung, dan di Nigeria, tumbuhan ini digunakan untuk penyakit parasit, dan scabies.

Akarnya bisa digunakan sebagai obat dalam karena kandungan vesicant (zat pelepuh), untuk menggugurkan kandungan, dan menginduksinya.

Berikut ini adalah ramuan obat menggunakan tanaman daun encok :

loading...
  • Obat Rematik Alami
    • Segenggam daun encok di cuci bersih
    • Tumbuk hingga halus
    • Tambahkan air hangat secukupnya dan aduk hingga seperti bubur
    • Balurkan ramuan ini pada tubuh yang sakit dan
    • Basuh setelah 20 menit
    • Kerjakan 2 kali sehari
  • Obat Pelancar Buang Air Kecil
    • Siapkan daun encok dan adas pulosari secukupnya
    • Giling keduanya sampai halus
    • Balurkan pada perut bagian bawah, teapat pada posisi kandung kemih,
    • Bilas setelah 20 menit
  • Obat Sakit Kepala
    • Sediakan daun encok yang masih segar seperlunya
    • pipis daun ini dan beri sedikit minyak kelapa murni, sampai betuknya berubah layaknya bubur.
    • Gosokkan daun encok ini ke bagian pelipis kanan dan kiri.
    • Bilas setelah 20 menit
  • Obat Penyakit Kulit
    • Sediakan akar tanaman daun encok secukupnya
    • Cuci bersih dan haluskan, tambahkan susu murni secukupnya
    • Balurkan ramuan ini di tempat yang mengalami penyakit kulit
    • Bilas setelah 20 menit

Pada dosis kecil, tumbuhan ini menstimulan sistem saraf pusat. Adapun, dosis besar dapat menyebabkan kematian karena gagal pernafasan dan kelumpuhan. Dosis besar dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan dan gagal pernafasan.

Patut diingat bahwa zat plumbagin tanaman Daun encok bersifat toksik untuk pemakaian lokal, dan dapat mengakibatkan melepuhnya kulit bila baluran ramuan Daun encok didiamkan lebih dari 30 menit.
Perempuan hamil dianjurkan untuk tidak menggunakan ramuan tanaman ini.

D. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN DAUN ENCOK

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel KLASIFIKASI DAUN ENCOK

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae – Plants
Subkingdom: Tracheobionta – Vascular plants
Super divisi: Spermatophyta – Seed plants
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta – Flowering plants
Classis (Kelas): Magnoliopsida – Dicotyledons
Sub Kelas : Caryophyllidae
Ordo (Bangsa): Plumbaginales
Familia (Suku): Plumbaginaceae – Leadwort family
Genus (Marga): Plumbago L. – leadwort
Species (Jenis): Plumbago zeylanica L. – wild leadwort

NAMA-NAMA LAIN TANAMAN DAUN ENCOK
Sunda : Ki encok
Jawa : Bama, Godong encok, Poksor
Sumatera : Ceraka
Madura : Kareka
Bali : Bama
Timor : Oporie

Sinonim
Plumbago scandens L.
Plumbago auriculata Bl.
Plumbago Indica L

Tinggalkan komentar