Gadung

Tanaman gadung adalah sejenis tanaman umbi-umbian yang tumbuh merambat dan memanjat, tumbuhan semak ini mempunyai umbi yang bisa di konsumsi sebagai tanaman pangan pengganti nasi. Walaupun rebusan umbi gadung bisa dimakan, namun jarang sekali orang yang memakan rebusan umbi gadung, hasil olahan umbi gadung yang paling terkenal sejak dulu kala yaitu keripik gadung. di Malaysia Umbinya dijadikan arak (dipermentasi) yang dikenal sebagai ubi arak.
manfaat tanaman gadung

Dalam catatan sejarah menunjukkan bahwa pada tahun 1628, saat Batavia dikepung, masyarakat memakan singkong dan gadung. Kebiasaan makan nasi baru mulai menjalar pada 1800 Masehi. Pada masa itu, serdadu VOC yang sering bertugas ke kampung-kampung sering membawa nasi untuk makanan mereka. Ini memberi kejelasan bahwa nasi belum umum hingga bagian pertama abad ke-19, umbi-umbian semacam gadung dan singkong adalah makanan pokok pada masa penjajahan Kolonial Belanda.

Konon, Tanaman gadung berasal dari India bagian barat yang kemudian menyebar sampai ke Asia Tenggara. Biasanya tumbuh di tanah datar sampai ketinggian 850 meter dari permukaan laut (dpl), tetapi ada juga yang ditemukan di ketinggian hingga 1.200 meter dpl.

Tanaman gadung mempunyai nama ilmiah atau nama latin “Dioscorea hispida Dennst” umbi gadung mengandung alkaloid dioskorina (dioscorine) yang menyebabkan pusing-pusing, apabila tidak benar dalam mengolahnya bisa jadi malah akan beracun, umbi ini digunakan sebagai racun ikan dan mata panah, sepotong umbi gadung sebesar buah apel bisa untuk membunuh manusia dalam waktu sekitar 6 jam, efek pertama berupa rasa tidak nyaman di tenggorokan seperti tercekik yang berlanjut menjadi rasa terbakar disertai pusing, mengantuk dan kelelahan.

Walaupun beracun, tanaman umbi gadung ini bisa dijadikan sebagai tanaman obat untuk menyembuhkan banyak penyakit, seperti diabetes, kusta, gangguan pencernaan, nyeri haid, radang empedu dan rematik.

Di Filipina, umbi gadung dikenal dengan nama nami yang bermanfaat untuk bahan deterjen pemutih pakaian. Namun, Thailand menggunakan gadung untuk proses kecantikan, seperti membesarkan payudara wanita karena dipercaya memiliki kandungan fitokimia beta karoten dan diosgenin untuk memperbesar payudara wanita.

gambar umbi gadung

A. CIRI-CIRI TANAMAN GADUNG

BATANG
Batangnya kurus ramping, setebal 0,5–1 cm, ditumbuhi duri atau tidak, hijau keabu-abuan.
Gadung berbatang merambat dan memanjat, panjang 5–20 m. Arah rambatannya selalu berputar ke kiri (melawan arah jarum jam, jika dilihat dari atas).

DAUN
Daunnya terletak berseling, dengan tiga anak daun menjari, bentuk bundar telur atau bundar telur sungsang, tipis seperti kertas.

BUNGA
Bunga jantan terkumpul dalam tandan di ketiak. bunga betina majemuk berbentuk bulir. Mahkota bunganya berwarna kuning, benang sarinya berjumlah enam, dan berwarna kuning.

BUAH
Umbinya terbentuk dalam tanah, berjumlah banyak dan tak beraturan bentuknya, menggerombol dalam kumpulan hingga selebar 25 cm. Sementara buahnya, berbentuk elips, berdaging, berdiameter ± 1 cm, dan berwarna coklat
gambar keripik gadung

BUDIDAYA TANAMAN UMBI GADUNG
Cara menanam gadung yaitu, pertama, buatlah lubang seukuran 50 × 50 cm, tanah hendaknya yang gembur dan ditanam pada awal musim hujan. Karena batangnya merambat, bisa ditanam sepanjang pagar. Setelah itu, campurlah sampah kebun ke dalam tanah tersebut sebagai kompos.
Usahakan agar umbi yang nantinya terbentuk tidak akan keluar dari tanah dengan warna hijau, karena itu pertanda kalau racunnya sudah pekat, sehingga nanti tidak bisa dimakan. Adapun, umbi yang telah bertunas itulah yang digunakan untuk bibit. Setelah berusia 1 tahun, barulah dipanen. sebatang umbi yang berusia berusia satu tahun dapat menghasilkan umbi beratnya mencapai 5 kg. Panen dilakukan dengan garpu tanah.
gambar budidaya umbi gadung

CARA MENGHILANGKAN RACUN GADUNG :

loading...
  • Di Ambon irisan umbi gadung diremas-remas dalam air laut kemudian direndam kembali ke laut selama 2-3 hari sampai menjadi lembek. Setelah itu, baru dijemur.
  • Di Aceh irisan atau parutan umbi gadung (janeng) ini dimasukkan dalam karung atau keranjang dan diletakkan dalam air bersih yang mengalir terus menerus (misalnya dalam sungai yang mengalir) selama sekurang kurangnya 24 jam, atau lebih lama. Setelahnya dijemur sampai kering.
  • Di Bali, gadung dikupas dan diiris-iris menjadi kepingan, kemudian dicampur dengan abu gosok. Kemudian direndam dengan air garam bertakaran 3%, dan dicuci lagi dengan air tawar. Penjemuran dilakukan selama 3 hari. Untuk mengetahui apakah racun yang ada sudah hilang, maka biasanya dicobakan kepada ayam. Satu pertanda kalau racunnya sudah hilang, bahwa si ayam tidak akan merasa mabuk.
  • Di Kebumen Jawa Tengah setelah gadung dilumasi dengan abu gosok, kemudian gadung dipendam dalam tanah selama 3-4 hari. Kemudian digali dan dicuci dengan air tawar sambil diremas-remas seperti mencuci beras. Apabila racun telah hilang, air cucian yang terakhir tidak berwarna putih susu lagi seperti air bilasan sebelumnya.

Apabila pengolahan gadung tidak benar, maka akan menimbulkan rasa sakit seperti memakan talas (mentah). Keracunan gadung dapat diobati dengan minum air kelapa muda.

B. KANDUNGAN ZAT TANAMAN GADUNG

Kandungan Kimia yang terdapat dalam gadung antara lain alkaloid dioskorina, diosgenina, saponin, furanoid norditerpena, zat pati, dan tanin.

C. KHASIAT DAN MANFAAT TANAMAN GADUNG

  • Parutan umbi gadung digunakan untuk mengobati penyakit kutil, kapalan, kusta tingkat I, dan mata ikan.
  • Di Thailand, irisan umbi gadung dioleskan untuk mengurangi kejang perut dan kolik, dan juga untuk menghilangkan nanah dari luka-luka.
  • Di Filipina dan Cina, umbi ini digunakan untuk meringankan arthritis dan rematik, dan untuk membersihkan luka binatang yang dipenuhi belatung.
  • Kombinasi dengan gadung cina (Smilax china L.), umbi gadung dipakai untuk mengobati luka-luka akibat sifilis.
    Sisa pengolahan tepung gadung bisa digunakan untuk insektisida.
  • Di Bali, Bunga gadung yang berwarna kuning digunakan untuk mewangikan pakaian dan dipakai untuk hiasan rambut kepala.
  • Getahnya digunakan dalam proses pembuatan tali rami serta untuk memutihkan pakaian.
  • Kandungan metabolit primer gadung menjadi sumber bahan baku pembuatan etanol atau bahan bakar nabati.
  • Di Baling, Malaysia, ubi gadung dipakai digunakan sebagai pelicin wajah, hal ini telah dilaksanakan sejak orang-orang zaman dahulu

D. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN GADUNG

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel KLASIFIKASI GADUNG

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae – Plants
Subkingdom: Tracheobionta – Vascular plants
Super divisi: Spermatophyta – Seed plants
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta – Flowering plants
Classis (Kelas): Liliopsida – Monocotyledons
Sub Kelas : Liliidae
Ordo (Bangsa): Liliales
Familia (Suku): Dioscoreaceae – Yam family
Genus (Marga): Dioscorea L. – yam
Species (Jenis): Dioscorea hispida Dennst. – intoxicating yam

NAMA-NAMA LAIN TANAMAN GADUNG
Janèng (Aceh),
Janiang (Minang),
Bitule (Gorontalo), gadu (Bima),
Gadung, Gadong (Bali, Jawa, amadura, Sunda),
Iwi (Sumba),
Kapak (Sasak),
Salapa (Bugis)
Sikapa (Makassar)

Sinonim
Dioscorea composita (Gadung KB)
Dioscorea daemona Roxb., 1832[3]
Dioscorea hirsuta Bl., 1827[4]
Dioscorea lunata Roth, 1821
Dioscorea molissima Bl., 1827
Dioscorea triphylla L. var. daemona (Roxb.) Prain & Burkill, 1914

Kata Kunci Pencarian :

Tanaman gadung |

Tinggalkan komentar