KATUK

DESKRIPSI TANAMAN DAUN KATUK
Katuk adalah tumbuhan yang termasuk dalam suku menir-meniran (Phyllanthaceae) dan berkerabat dengan menteng, buni, dan ceremai.
Tanaman daun Katuk termasuk dalam tribus Phyllantheae dan subtribus Flueggeinae.

Katuk (Sauropus androgynus) adalah spesies tumbuhan yang banyak terdapat di Asia Tenggara.
Daun katuk dikenal manfaatnya memiliki khasiat memperlancar aliran air susu ibu (ASI).

Tanaman katuk banyak ditanam di pekarangan karena mudah diperbanyak dan biasa dijadikan pagar hidup. katuk merupakan tanaman semak yang tumbuh di beberapa daerah tropis sebagai sayuran daun, paling populer di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pucuk tunas yang muda dijual orang di Indocina dan dimanfaatkan seperti asparagus.

Mengolah daun katuk caranya mudah, hanya tinggal merebus daun katuk di dalam air mendidih. Atau Anda bisa membuatnya menjadi sayur.
gambar kandungan gizi katuk

A. CIRI-CIRI TANAMAN KATUK

BATANG
Semak, tinggi dua sampai tiga meter, tumbuh di dataran rendah hingga 1.300 di atas permukaan laut.
DAUN
Daun kecil, Warna daunnya hijau gelap karena kadar klorofil yang tinggi, panjang daun 5 sampai 6cm.
BUNGA
Bunganya berwarna merah gelap atau kuning dengan bercak merah gelap dan berbunga sepanjang tahun.

gambar budidaya katuk

B. KANDUNGAN ZAT TANAMAN KATUK

Nutrisi penting yang terdapat dalam DAUN KATUK antara lain :

Daun katuk dapat mengandung hampir 7% protein dan serat kasar sampai 19%. Daun ini kaya vitamin K, selain pro-vitamin A (beta-karotena), B, dan C. Mineral yang dikandungnya adalah kalsium (hingga 2,8%), besi, kalium, fosfor, asam folat, dan magnesium. .

Menurut dokter yang juga aktivis Pejuang ASI, Ameetha Drupadi, Daun berwarna hijau ini mengandung steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin atau hormon pelancar ASI. Kadar prolaktin yang tinggi akan meningkatkan, mempercepat dan memperlancar produksi ASI,”

Sumber β-karoten α dan β-karoten yang baik sebagian dimetabolisme menjadi vitamin A.
Kaya akan vitamin C yang menyediakan lebih dari 100% Nilai Harian (DV) per 100 g penyajian (288% DV) ), Besi (23% DV) dan Seng (10% DV).

Semakin tua daunnya, semakin tinggi kandungan nutrisi daunnya.

gambar manfaat daun katuk sauropus androgynus

C. KHASIAT DAN MANFAAT KATUK

Di Vietnam, penduduk setempat memasaknya dengan daging kepiting, daging babi cincang atau udang kering untuk membuat sup.

Di Malaysia, biasanya digoreng dengan telur atau ikan teri kering. Bunga-bunga dan buah-buahan keunguan kecil dari tanaman juga dimakan di Indonesia, daun tanaman digunakan untuk membuat infus, diyakini dapat meningkatkan aliran ASI untuk ibu menyusui.

  • Antidiabetes
    Hamidun Bunawan dari Institute os Systems Biology, Universiti Kebangsaan Malaysia bersama beberapa koleganya menuliskan riset berjudul ‘Sauropus androgynus (L.) Merr. Induced Bronchiolitis Obliterans: From Botanical Studies to Toxicology’. menyebut bahwa daun katuk punya sejumlah manfaat, salah satunya sebagai antidabetes. Eksperimen menunjukkan pasien diabetes yang mengonsumsi daun katuk memiliki indeks glikemik lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi. Daun katuk dinilai cukup menjanjikan untuk mengendalikan diabetes.

  • Meningkatkan kualitas sperma
    Konsumsi daun katuk pada pria dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma.

  • Meningkatkan Imunitas Tubuh
    Dalam 100 gram daun katuk, terdapat beragam nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Kandungan vitamin C yang kaya yakni sekitar 244-314,3 miligram mampu memerangi infeksi virus termasuk virus flu.

  • Mencegah Osteoporosis
    Selain itu, ia juga mengandung kalsium sebanyak 84,4-711 miligram per 100 gram sajian. Kalsium berfungsi untuk membantu menjaga kesehatan tulang termasuk menjauhkan diri dari risiko osteoporosis.

    Loading...
  • Mengobati luka
    Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Natural Remedies menyebut daun katuk dapat mengobati luka pada permukaan kulit. Dilansir dari NCBI, sebuah tes dilakukan dengan lima persen ekstrak daun katuk pada luka, baik pada tikus jantan maupun tikus betina. Studi menemukan bahwa ekstrak daun katuk dapat meningkatkan kontraksi pada luka, menutup luka dan membuat penutup luka lebih kuat.

  • Antioksidan
    Beberapa studi membuktikan daun katuk memiliki zat yang berfungsi sebagai antioksidan. Dalam studi yang diterbitkan oleh Food Chemistry, daun katuk disebut memiliki kandungan zat antioksidan yang paling tinggi di antara beberapa sayuran. daun katuk memiliki kandungan polifenol, kandungan ion, senyawa untuk memerangi radikal bebas dan kandungan antioksidan lain.

  • Baik untuk ibu hamil
    Selain untuk ibu menyusui, daun katuk juga baik untuk ibu hamil. daun katuk punya banyak nutrisi termasuk senyawa yang disebut phytochemical. Sejumlah senyawa ini menstimulasi pertumbuhan hormon steroid yang terdiri dari hormon progesteron, testosteron, estrogen, estradiol dan glukokortiroid serta senyawa eicosanoid (pengontrol hormon).

  • Antiinflamasi
    Daun katuk juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi atau peradangan. Sebuah studi melibatkan tikus yang menderita rat paw edema atau pembengkakan. Studi mengevaluasi efek etanol dan ekstrak pada daun. Etanol pun terbukti punya efek antiinflamasi lebih baik.

D. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN KATUK

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel KLASIFIKASI KATUK

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae – Plants
Subkingdom: Tracheobionta – Vascular plants
Super divisi: Spermatophyta – Seed plants
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta – Flowering plants
Classis (Kelas): Magnoliopsida – Dicotyledons
Sub Kelas : Rosidae
Ordo (Bangsa): Malpighiales
Familia (Suku): Phyllanthaceae
Genus (Marga): Sauropus Blume – sauropus
Species (Jenis): Sauropus androgynus (L.) Merr. – chekkurmanis

NAMA-NAMA LAIN KATUK
Tumbuhan ini dalam beberapa bahasa dikenali dengan nama :
Mani cai (China-Tionghoa),
Cekur manis (bahasa Melayu),
Rau ngót (bahasa Vietnam),
Amame shiba (Jepang),
Cekur manis, sayur manis, asin-asin atau cangkok manis (dalam bahasa Melayu Malaysia)
Madhura cheera (India),
Pak waan (Thailand),
Chinese Malunggay ( Philippines),
star gooseberry, atau daun manis

PERHATIAN
Sebuah penelitian telah menyarankan bahwa konsumsi berlebihan dari daun Katuk dijus (karena popularitasnya untuk kontrol berat badan di Taiwan pada pertengahan 90-an) dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, karena konsentrasi tinggi dari papaverine alkaloid.

Daun katuk mengandung papaverina, suatu alkaloid yang juga terdapat pada candu (opium). Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan papaverin.

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat KATUK yang telah kami rangkum terkait kandungan zat atau nutrisi, klasifikasi tanaman, serta khasiat dan manfaatnya sebagai tanaman obat.

Kata Kunci Pencarian :

pohon katuk | Ciri ciri Pohon katuk | Ciri ciri pohon katum |

Tinggalkan komentar