Kecubung – Ciri-Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaatnya

loading...

A. CIRI-CIRI TANAMAN KECUBUNG

BATANG
Kecubung (Daura Metel) merupakan tumbuhan perdu yang mempunyai tinggi tidak lebih dari 2 meter dan memiliki batang kayu yang tebal dengan cabang mengembang ke sisi kanan dan kiri
DAUN
Ciri Daun Kecubung (Angel’s Trumpet) berwarna hijau, berbentuk bulat telur dan pada bagian tepiannya berlekuk-lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan. Bagian ujung daun meruncing dengan pertulangan menyirip.
BUNGA
Ciri Bunga Kecubung menyerupai terompet dengan warna putih atau ungu. Namun pada Kecubung hias bisa mempunyai warna bunga yang beraneka ragam. Mahkota bunga berwarna ungu. Panjang bunga sekitar 12-18 cm. Bunga Kecubung biasanya mulai mekar pada sore hari menjelang malam.
BUAH dan BIJI
Ciri Buah Kecubung berbentuk bulat berwarna hijau dengan salah satu ujungnya bertangkai pendek dan melekat kuat berukuran diameter 4-5 cm. Pada bagian luar buah kecubung, dihiasi duri-duri, bila dikupas akan ditemukan biji-biji didalamnya sebesar biji kopi berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk gepeng.

gambar buah kecubung

Gambar : Buah Kecubung

gambar bunga kecubung

Gambar : Bunga Kecubung

gambar pohon kecubung

Gambar : Pohon Kecubung

Gambar Tumbuhan kecubung

Gambar : Tanaman Kecubung

Sedikitnya ada sembilan jenis tanaman yang biasa disebut Kecubung di antaranya adalah Kecubung Kasihan (Datura metel), Kecubung Kecil (Datura stramonium), dan Kecubung Hutan (Brugmansia suaveolens). Namun yang paling umum dikenal sebagai Kecubung di Indonesia adalah Datura metel.

Kecubung berbunga putih dianggap paling beracun dibandingkan dengan jenis lain yang juga mengandung zat alkaloid. Maka dari itu, penggunaannya harus sangat hati-hati dan hanya terbatas sebagai obat luar.

Kecubung biasa hidup di daerah dataran rendah sampai ketinggian tanah 800 meter di atas permukaan laut. Selain tumbuh liar di hutan dan ladang, kecubung juga sering ditanam di kebun atau ditanam sebagai tumbuhan hias di pekarangan. Perbanyakan tanaman ini melalui biji ataupun stek.

Diperkirakan tanaman ini pertama kali dipakai sebagai obat-obat pada abad kesepuluh. Kecubung ada yang berasal dari Asia Tenggara, namun ada juga yang berasal dari Benua Amerika, Kecubung tumbuh di tempat yang beriklim panas dan dibudidayakan di seluruh belahan dunia karena khasiat yang dikandungnya dan juga untuk tanaman hias. Pertama kali diperkenalkan oleh Linnaeus pada tahun 1753, tapi secara botani masih belum tepat mengenai gambaran dan penjelasan tentang kecubung. Wilayah asal yang menjadi sumber tanaman ini tidak dapat diketahui secara pasti.

Karena khasiat yang dipunyai kecubung bisa menjadikan Kecubung layaknya ‘Malaikat Penolong( Angle’s Trumpet) ’ namun jika disalahgunakan, racun yang dipunyainya bisa pula menjadi ‘Iblis Pembunuh’ (Devil’s Trumpet).

B. KOMPOSISI / KANDUNGAN ZAT KECUBUNG

Tanaman kecubung ini mengandung senyawa kimia alkaloid. Senyawa alkaloid ini terdapat di semua bagian tumbuhan kecubung, mulai dari akar, tangkai, daun, bunga, buah, hingga bijinya. Namun, kandungan terbesar terdapat pada akar dan biji.

Senyawa alkaloid tersebut terdiri dari atropin, hiosiamin, dan skopolamin yang bersifat antikholinergik. Kecubung juga mengandung hiosin, zat lemak, kalsium oksalat, meteloidina, norhiosiamina, norskopolamina, kuskohigrina, dan nikotina.

Kecubung (Datura metel L) selama ini dikenal sebagai tanaman yang berefek negatif. Tanaman yang bunganya berbentuk terompet ini kerap disalahgunakan untuk penghilang kesadaran atau sebagai zat pembius karena daun kecubung berkhasiat anestesi. Hal itu terutama karena tanaman ini mengandung metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi pada otot lurik.

C. KHASIAT DAN MANFAAT KECUBUNG

Hampir seluruh bagian tanaman kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat. Hal ini disebabkan seluruh bagiannya mengandung alkaoida astropin seperti pada tanaman Atropa belladonna, serta Hyosciamin dan Scopolamin. Ketiga alkaoida ini bersifat antikolinergik. Sampai saat ini digunakan oleh industri farmasi sebagai sumber utama hysciamin yang berkhasiat memberi efek menenangkan kejang-kejang, khususnya perut. Daunnya mengandung hyasciamin dan scopolamine yang berkhasiat mengobati asma, encok (linu tulang), dan penyakit kulit.

Sebenarnya jenis tanaman kecubung yang dapat dimanfaatkan sebagai obat sangat banyak, di antaranya Datura Stramonium, Datura tatura, dan Brugmansia suaviolens, namun daya khasiatnya berbeda-beda. Kecubung berbunga putih di antaranya adalah Atura foscuosa var alba. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara. Sedangkan Datura stramonium berasal dari Amerika Tropik.

Kecubung tidak hanya berguna sebagai tanaman pembius. Khasiat lain yang bisa didapat dari kecubung ternyata cukup banyak. Beberapa di antaranya adalah sebagai obat sakit gigi dan asma.

BEBERAPA RAMUAN OBAT MENGGUNAKAN KECUBUNG

Manfaat Kecubung Untuk Obat Bius
Biji kecubung tersebut digoreng tanpa minyak atau disangrai seperti menggoreng kopi. Proses pembuatan dan penggunaannya tak beda dengan kopi. Biji Kecubung yang sudah berbentuk bubuk biasanya dicampur dengan kopi untuk meminumnya, dan efeknya; jika kadarnya sedikit akan membuat trance, bila kebanyakan bisa membuat mabuk, yang menurut beberapa orang yang pernah memakainya; lebih berat daripada mabuk minuman keras, dan bahkan bisa mabuk berhari-hari jika tak tahu penawarnya.

Adapun bunga Kecubung yang berbentuk trompet, dirajang menjadi kecil seperti merajang daun tembakau, dijemur, setelah kering dicampur dengan tembakau, diisap menjadi rokok, dan efeknya hampir seperti mengisap ganja atau Canabis.

Bila beberapa jenis tumbuhan perdu seperti Kecubung bisa dikembangkan untuk menjadi bahan pembuat Narkoba, tak menutup kemungkinan tanaman tersebut ada yang membudi dayakannya untuk tujuan-tujuan tersebut, dan akan ada lagi nantinya Narkoba jenis baru selain Chatinone.

Kecubung untuk Obat asma
Untuk penderita asma berumur dewasa, Kecubung dapat dijadikan rokok dengan terlebih dahulu mengeringkan dua lembar daun Kecubung atau satu bunga Kecubung. Daun atau bunga Kecubung kering lantas dilinting, lalu dibakar dan dihisap seperti rokok. Obat ini sebaiknya tidak dihisap lebih dari 1 batang dalam waktu 6 jam karena dapat menimbulkan efek ketagihan sehingga tidak cocok untuk anak-anak.

Penderita asma yang masih muda atau anak-anak dapat menghirup uap bakaran daun atau bunga Kecubung. Caranya sama seperti di atas, hanya setelah daun atau bunga dikeringkan, bahan lantas dibakar dan asapnya dihirup. Cara ini dapat meringankan penderita asma. Kedua zat dalam Kecubung, Hipociamin dan Skopolamin (alkaloid), dapat melebarkan kembali saluran pernapasan yang menyempit akibat serangan asma. Senyawa alkaloid diketahui tersebar di seluruh bagian tanaman Kecubung mulai dari akar, tangkai, daun, bunga, buah, dan bijinya. Namun konsentrasi terbesar senyawa ini dapat ditemukan pada akar dan bijinya.

Kecubung Untuk Obat Kolera
Sediakan akar kecubung yang berbunga ungu, kurang lebih satu jari. Akarnya dicuci dengan air bersih, dipotong-potong, kemudian direbus dengan dua gelas air bersih. Didihkan air hingga setengahnya, diangkat dan didinginkan, disaring dan diminum dua kali dalam satu hari dengan takaran dua sendok makan. Agar mengurangi rasa pahit, boleh ditambahkan madu murni secukupnya.

Untuk proses penyembuhan kolera cukup dengan meminum rebusan akarnya. Hal ini karena alkaloida pada akar lebih rendah daripada dalam daun dan bunganya. Alkaloida atropine, Hyosiciamin dan Scopolamin selain memberikan efek menenangkan kejang-kejang, juga mampu melepaskan senyawa yang beredar dalam tubuh kita sebagai penghubung urat saraf.

Ternyata ketiga zat berkhasiat tadi yang berasa pahit itu bersifat racun cespleng bagi kolera, baik basil Vibrio cholera atau Vibrio komma dapat dilumpuhkan. Namun perlu diketahui, kecubung ini mengandung racun, sehingga dalam penggunaannya harus berhati-hati.

Kecubung untuk Obat diare
Sama halnya dengan kolera, namun untuk pengobatan diare cukup dengan meminum air rebusan akarnya saja. Sedangkan untuk penyakit asma (sesak napas atau bengek), sebelumnya air rebusan akar kecubung dapat ditambahkan terlebih dahulu dengan jahe.

Dengan memanfaatkan tanaman Kecubung, kita dapat menggali kembali obat-obat tradisional yang banyak tumbuh di sekitar kita, sehingga lebih mudah dan murah dalam pengobatan penyakit. Tak ada salahnya untuk memulai dengan menanam tanaman obat-obatan ini di sekitar pekarangan rumah atau halaman yang masih dapat dimanfaatkan penggunaannya

Kecubung untuk Obat eksim
Untuk pengobatan eksim dengan kecubung, kita ambil daun kecubung kemudian ditumbuk sampai halus. Campur dengan minyak kelapa yang besih lalu dipanaskan hingga mendidih. Dioleskan dalam keadaan hangat pada bagian yang terkena eksim. Lakukan beberapa kali dalam sehari. Ulangi hingga sembuh.

D. CARA MENGOBATI KERACUNAN KECUBUNG

Bila seseorang keracunan ramuan kecubung dan merasakan kantuk yang sangat berat, usahakan jangan sampai tertidur. Minumlah kopi yang keras dan jangan lupakan untuk menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.
Menurut yang saya tahu dari mereka, kalau makan 1 butir kecubung, maka lama mabuknya 1 hari 1 malam dan seterusnya. Tapi sepertinya ini tidak selamanya demikian.
Agar cepat sadar dari mabuk buah kecubung caranya yaitu : minum campuran jahe dan air kelapa hijau. Jahe ditumbuk lalu dicampur dengan air kelapa hijau.

Mabuk buah kecubung sebenarnya tanpa diobati juga akan sembuh atau hilang dengan sendirinya. Namun di samping repot karena harus menjaganya takut terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, juga waktu sembuhnya cukup lama.

E. KLASIFIKASI ILMIAH KECUBUNG

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel klasifikasi Kecubung

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis (Kelas): Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo (Bangsa): Solanales
Familia (Suku): Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus (Marga): Datura
Species (Jenis): Datura suaveolens Humb.

NAMA-NAMA LAIN KECUBUNG
Nama Sinonim : Datura stramonium
Nama Latin kecubung : Datura metel, Datura fastuosa L. Datur Alba Nees
Nama Lokal Kecubung : Kecubung, Kacubung, Cubung (Jawa dan Sunda), Kacobhung, Cobhung (Madura), Bembe (Bima), Bulutube (Gorontalo), Taruapalo (Seram), Tampong-tampong (Bugis), Kucubu (Halmahera, Ternate), Padura (Tidore), Karontungan, Tahuntungan (Minahasa), Babotek (Timor). Di Sumatera juga dikenal sebagai Toru Mabo, Kucubu, atau Kecubueng.
Bahasa Inggris : Angel’s Trumpet, Devil’s Trumpet, atau Metel. Dan dalam bahasa latin (ilmiah) disebut

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat Kecubung yang meliputi Ciri-ciri Kecubung, Klasifikasi Kecubung, kandungan zat atau nutrisi Kecubung serta khasiat dan manfaat Kecubung sebagai tanaman obat.

loading...

Kata Kunci Pencarian :

pohon kecubung | daun kecubung | bunga kecubung | tanaman kecubung | buah kecubung | daun kecubung untuk rokok | gambar kecubung | tumbuhan kecubung | penawar mabuk kecubung | gambar daun kecubung |
Kecubung – Ciri-Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaatnya Ahli Pengobatan 30 Nov 2014. Kecubung – Ciri-Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaatnya

loading… A. CIRI-CIRI TANAMAN KECUBUNG BATANG Kecubung (Daura Metel) merupakan tumbuhan perdu yang mempunyai tinggi tidak lebih dari 2 meter dan memiliki batang kayu yang tebal dengan cabang mengembang ke sisi kanan dan kiri DAUN Ciri Daun Kecubung (Angel’s Trumpet) berwarna hijau, berbentuk bulat telur dan pada bagian tepiannya berlekuk-lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan. Bagian […]

4.9 Ahli Pengobatan
6 Comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...