Kemlaka – Malaka – Phyllanthus emblica

Loading...

Pada jaman dulu pohon malaka banyak ditanam di Jawa, kini sebagian tumbuh liar di hutan-hutan dataran rendah yang kering. Tanaman malaka masih satu kerabat dengan tanaman ceremei, karenanya hampir semua bagian tanaman mirip dengan tanaman cermai, namun lebih besar dengan tinggi mencapai 18 meter.

Tanaman ini merupakan sejenis pohon yang berbuah, Dalam bahasa Jawa disebut kemloko atau mloko. Kemungkinan nama ini berasal dari bahasa Sanskerta amalaka, yang kemudian diadopsi oleh berbagai bahasa lain, proto-bahasa bahasa Melayu (bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia), Banyak yang menduga bahwa nama pohon inilah yang menjadi asal usul nama Kota Malaka, yang akhirnya juga diambil menjadi nama selat, Selat Malaka. Nama ilmiah tanaman ini adalah Emblica, emblica merupakan salah satu tanaman yang paling penting dalam pengobatan medis tradisional.

A. CIRI-CIRI TANAMAN KEMLAKA

BATANG : Pohon Tanaman malaka berbatang bengkang-bengkok, dengan tajuk terbuka.

DAUN : Tanaman malaka mempunyai daun tunggal yang menyerupai daun majemuk, berwarna hijau, kecil-kecil memanjang, terletak berseling pada ranting yang kecil ramping, Sepasang daun penumpu yang kecil mengapit tangkai daun yang pendek. Pada waktu-waktu tertentu pohon malaka menggugurkan daunnya.

BUNGA : Tanaman malaka mempunyai bunga berwarna kuning kehijauan, tersusun dalam kelompok kecil yang tumbuh di ketiak daun.

BUAH dan BIJI : Bentuk Buah malaka mirip dengan buah ceremei dengan bentuk lebih bulat namun kurang berusuk. Buah berwarna kuning, kuning kehijauan atau kecoklatan. Rasa buahnya masam (kecut) agak getir. Di tengahnya terdapat sebutir inti yang keras, yang terbagi atas tiga ruang masing-masing berisi 1-2 biji.

B. KANDUNGAN ZAT TANAMAN KEMLAKA

Nutrisi penting yang terdapat dalam tanaman kemlaka antara lain : Buah kemlaka mengandung banyak vitamin C, tanin, ellagitannins. Emblica mempunyai sifat antioksidan yang kuat, bertindak sebagai imunomodulator, hepatoprotektif, anti-inflamasi, antiulcer, dan antikanker.

C. KHASIAT DAN MANFAAT KEMLAKA

Buah kemlaka mengandung banyak vitamin C yang berperan aktif sebagai antioksidan, pektin dan juga asam amino yang mampu mencegah serta menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan juga bermanfaat untuk kesehatan kulit.

Penelitian terhadap emblica telah menunjukkan bahwa emblica dapat meningkatkan produksi oksida nitrat, glutathione, dan lipoprotein densitas tinggi (HDL) atau yang biasa disebut dengan kolesterol baik. Selain itu, emblica dapat menurunkan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, kolesterol total, trigliserida, dan protein C-reaktif sensitivitas tinggi (hsCRP) – penanda terhadap adanya peradangan.

Selain itu, kandungan tersebut juga dapat mencegah sumbatan dan tumpukan lemak pada pembuluh darah dan arteri yang dapat memicu tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan bahkan stroke. Emblica bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit pada orang dengan osteoartritis lutut dan mengatasi gangguan kulit yang menyebabkan kulit tidak berpigmen (vitiligo).

loading...

Manfaat lain dari emblica adalah untuk mengatasi disentri, kanker, diabetes, masalah mata, pengerasan arteri, gangguan pencernaan, nyeri sendi, kegemukan, serta pembengkakan pankreas. Bagian Tanaman emblica yang digunakan adalah bagian daun, kulit kayu, bunga, buah, dan biji, yang memiliki berbagai kegunaan, di antaranya:

  • Daun emblica dapat dioleskan langsung atau diolah menjadi jus untuk diminum dan berguna untuk mencegah muntah (antiemetik)
  • Buah kemlaka dapat djadikan rebusan atau dimakan secara langsung dan diambil sebagai pembersih darah, zat pencahar, dan tonik
  • Kulit malaka dapat direbus dan dijadikan sebagai teh untuk disentri
  • Biji, akar, dan daun malaka diambil untuk mengatasi tekanan darah tinggi, batuk, dan kelainan darah

D. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN KEMLAKA

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis). Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Berikut ini adalah tabel KLASIFIKASI KEMLAKA

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae – Plants
Subkingdom: Tracheobionta – Vascular plants
Super divisi: Spermatophyta – Seed plants
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta – Flowering plants
Classis (Kelas): Magnoliopsida – Dicotyledons
Sub Kelas : Rosidae
Ordo (Bangsa): Euphorbiales
Familia (Suku): Euphorbiaceae – Spurge family
Genus (Marga): Phyllanthus L. – leafflower
Species (Jenis): Phyllanthus emblica L. – emblic
NAMA-NAMA LAIN KEMLAKA Dalam bahasa Inggris disebut sebagai Indian gooseberry. Nama-nama daerah di Indonesia antara lain balaka, balangka (Minangkabau), mlakah (Madura), dan karsinta (Flores). Nama-nama lainnya antara lain: Amalakam, Amalaki, Amla, Amlabaum, Amlaj, Amulch, An mole, Anwala churna, Chyavanprash, Emblic myrobalan, Gebrau chilicher, Hyponidd, Kalpaamruthaa, Nelli, Ngop, Shabju, Sriphalam, Toppinelli, Triphala, Yeowkan tse, Ziphiyu-si. Sinonim : Cicca emblica Kurz, Emblica officinalis Gaertn, Mirobalanus embilica Burm, Phyllanthus mairei Lév.

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat ‘Kemlaka’ yang telah kami rangkum terkait kandungan zat atau nutrisi, klasifikasi tanaman, serta khasiat dan manfaatnya sebagai tanaman obat.

Tinggalkan komentar