OKRA

Deskripsi Tanaman Okra

Okra adalah tanaman jenis polong-polongan berwarna hijau, ukurannya sebesar cabe hijau besar atau mirip dengan oyong tapi agak panjang dan meruncing di ujungnya. kelilingnya berlekuk, memiliki bulu-bulu halus di permukaan kulitnya.
Jika okra dipotong akan terlihat biji-biji kecil disekelilingnya. Jika dimasak akan keluar lendir dari dalamnya. buahnya banyak dikonsumsi sebagai sayur dan obat.
gambar Abelmoschus esculentus ladys fingers

Bagian tanaman okra yang dimanfaatkan adalah daun, buah (polong), dan biji.

Terdapat dua kelompok varietas okra, yaitu okra hijau dan okra merah.
Perlu diketahui bahwa okra atau okro tidak termasuk keluarga sayur karena memiliki biji-bijian di dalamnya. bendi adalah nama lain dari okra, nama ilmiahnya Abelmoschus esculentus.

Dulunya tumbuhan ini termasuk dalam genus Hibiscus, tetapi kini diubah menjadi termasuk genus Abelmoschus.
Okro dilapisi bulu karena sebetulnya masih termasuk ke dalam keluarga perdu atau kapas-kapasan (Malvaceae).
Tanaman induk okra masih bersaudara dengan pohon kapuk randu, pohon cokelat (kakao), tembakau, serta bunga kembang sepatu.
Okra banyak ditemukan di kawasan tropis, konon tanaman ini berasal dari kawasan di sekitar Ethiopia.

Di beberapa restoran Okra diolah menjadi salah satu sajian resep lezat, Sayuran ini bisa diolah menjadi kari, balado, campuran salad dan tumis okra.

A. CIRI-CIRI TANAMAN OKRA

BATANG dan AKAR
Okra merupakan tanaman tahunan dengan sistem perakaran tunggang yang dalam. Batangnya tegak, dapat tumbuh mencapai 0,5-4 meter dan bercabang, agak berkayu, dan berwarna hijau kemerahan.

DAUN
Daun berselang-seling, menjari, berambut, dan berwarna hijau tua.

BUNGA
Okra memiliki diameter bunga 4-8 cm dengan 5 kelopak berwarna putih kekuningan, kadang ada bercak merah atau ungu pada dasar kelopak.
Tipe bunga okra adalah menyerbuk sendiri dan akan layu sehari setelah penyerbukan. Bunga akan muncul 1-2 bulan setelah tanam dan tumbuh terus menerus.

BUAH dan BIJI
Buah berbentuk kapsul, silindris, ujung meruncing agak piramid, dan panjangnya mencapai 18 cm. Buah akan tumbuh cepat dan ukurannya meningkat 4-6 hari setelah penyerbukan. Buah muda berwarna hijau atau ungu dan berwarna kecoklatan saat sudah matang. Buah okra dipanen muda agar banyak mengandung lendir dan serat. Biji berbentuk bundar dan berwarna kehitaman dengan diameter 3-6 mm. Okra diperbanyak menggunakan biji yang tumbuh berkisar 90-100 hari.

gambar manfaat bendi okra merah hijau

B. KANDUNGAN ZAT TANAMAN OKRA

Okra mengandung berbagai macam mineral, seperti kalium, magnesium, tembaga, seng, fosfor dan kalsium. Juga mengandung berbagai jenis vitamin, mulai dari vitamin A, B6, C, hingga vitamin K.

Okra termasuk sumber makanan nabati yang kaya antioksidan, termasuk katekin oligomer, turunan flavonoid, dan fenolik. Ketiganya memiliki sifat antimikroba dan antiradang yang baik.

Serat okra merah lebih banyak, akan tetapi kandungan flavonoidnya lebih rendah (0,88%) dibanding okra hijau (1-3%).

Menurut National Nutrient Database dari Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA), nutrisi okra per 100 gram (gr) antara lain 33 kalori, hampir 8 gr karbohidrat, sekitar 2 gram protein, dan 3,2 gram serat.
Okra juga diperkaya oleh sejumlah mikronutrien penting, seperti:

  • 36 mikrogram (mcg) vitamin A
  • 0.215 miligram (mg) vitamin B6
  • 23 mg vitamin C
  • 31.3 mg vitamin K
  • 200 mg kalium
  • 7 mg natrium
  • 57 mg magnesium
  • 82 mg kalsium
  • 60 mcg folat
  • Sejumlah kecil zat besi, fosfor, dan tembaga.

gambar resep okra sayur

C. KHASIAT DAN MANFAAT OKRA

  • Serat pada buah okra dapat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, mengatasi konstipasi dan mencegah kanker usus dan mencegah radikal bebas. Teori tersebut turut didukung oleh temuan dari studi terbitan Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences.
  • Okra juga dapat membantu pemulihan kondisi psikologis dari gelisah dan depresi.
  • Lendir yang terkandung di dalam buahnya dapat membersihkan toksik dan kolesterol yang terdapat dalam liver.
  • Lendir buah okra juga digunakan untuk keperluan industri kertas dan makanan, juga di bidang medis sebagai pengganti plasma darah.
  • Penelitian mengenai ekstrak alkohol dari daun okra dapat mengurangi radikal bebas, mengobati penyakit ginjal dan saluran pencernaan, mengurangi proteinuria serta memperbaiki fungsi ginjal.
  • Biji okra mengandung 20% protein and 20% minyak. Biji yang digunakan sebagai benih adalah biji dari buah yang kering di pohon. Biji okra dapat dikeringkan atau dipanggang untuk diseduh sebagai pengganti kopi.
  • Okra dipercaya dapat membantu mengendalikan asma karena antioksidan dan vitamin C-nya cukup tinggi. Merangkum berbagai studi, kekurangan vitamin C menyebabkan sel dan jaringan tubuh, termasuk paru-paru, rentan mengalami peradangan kronis.
  • Okra dapat melancarkan pencernaan : Melansir studi yang dimuat dalam International Journal of Nutrition and Food Sciences, okra mengandung tinggi serat, khususnya jenis serat tidak larut.
    dari masalah sembelit dan diare.

  • Kandungan antiradang dan antibakteri dalam buah okra bisa mencegah Anda dari masalah radang lambung, iritasi usus (irritable bowel syndrome/IBS), dan masalah pencernaan lainnya. Efek pembersihan usus dari asupan serat dalam jangka panjang juga menurunkan risiko kanker usus besar.
  • Menurunkan kolesterol: Menurut sebuah studi terbitan Global Journal of Medical Research, polisakarida dalam lendir okra dapat menurunkan kadar kolesterol karena kemampuannya mengikat asam empedu yang membawa racun dari hati.

    Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa minyak dari biji okra sama berpotensinya untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Biji okra kaya akan sumber asam lemak linoleat (omega-3). Asupan omega-3 yang mencukupi membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sembari mencegah penumpukan mencegah plak lemak pada pembuluh darah, di bawah kulit, dan yang tersimpan pada hati.

  • Menyehatkan jantung
    Selain tinggi serat tidak larut, okra juga cukup tinggi kandungan serat larutnya. Terutama dalam bentuk gum dan pektin. Kedua jenis serat ini membantu menurunkan serum kolesterol dalam darah, yang mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

    Pektin dapat membantu menurunkan kolesterol hanya dengan mengubah cara pembuatan empedu di dalam usus. Empedu akan bekerja lebih efisien untuk menyerap lebih banyak lemak dari sisa makanan di usus. Kolesterol dan lemak yang berlebih pada akhirnya akan dikeluarkan bersama hasil sisa makanan lainnya dalam bentuk feses.

    Loading...
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
    Hal ini terkait dengan jumlah vitamin C serta zat antioksidan yang tinggi dalam okra.
    Vitamin C dapat merangsang produksi sel darah putih yang menjadi komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh. Sementara kandungan antioksidan berperan penting dalam menghancurkan semua radikal bebas yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  • Mencegah gangguan ginjal
    Makan okra dengan teratur terbukti dapat mencegah gangguan ginjal, terutama pada pengidap diabetes.
    Terlebih, asupan rutin dari okra dapat membantu menghindari penyakit ginjal sebagai komplikasi diabetes. Melansir studi terbitan Global Journal of Medical Research, pengidap diabetes yang makan okra setiap hari menunjukkan kerusakan ginjal yang lebih ringan ketimbang yang tidak.

  • Okra Baik untuk ibu hamil
    Jika Anda ibu hamil, tidak ada salahnya untuk coba makan sayuran ini untuk menjaga kesehatan Anda dan janin. Okra tinggi kandungan vitamin A, vitamin B1, vitamin B2,vitamin B6, vitamin C, seng, serta kalsium terutama sangat dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang janin dalam kandungan
    Lebih dari itu, okra juga kaya akan asam folat yang baik untuk menunjang perkembangan otak janin, mencegah kecacatan saat hamil, dan memperlancar BAB. Sebaliknya, kadar folat yang rendah dapat mengakibatkan munculnya satu atau lebih masalah kehamilan di kemudian hari.

  • Menurunkan risiko osteoporosis
    Kandungan vitamin K di dalam sayur ini akan membantu mempecepat penyerapan kalsium oleh tulang.
    Maka itu, orang yang rutin mencukupi sumber vitamin K hariannya biasanya cenderung memiliki komposisi tulang yang lebih kuat. Akhirnya, secara tidak langsung orang tersebut akan terhindar dari risiko pengeroposan tulang.

  • Mencegah kanker
    Okra mengandung sejumlah protein di dalamnya, salah satunya dalam bentuk lektin. Lektin adalah jenis protein yang cenderung sulit untuk dicerna oleh tubuh. Jenis protein ini berpotensi untuk membunuh sel-sel kanker dan menghentikan perkembangannya.

    Makan okra membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker hingga 63 persen, sekaligus membunuh sekitar 72% sel kanker yang sudah tumbuh.

    Hanya saja, tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah okra memang benar-benar memiliki efek positif untuk memulihkan kanker.

TIPS MENGKONSUMSI OKRA

  • Jangan membersihkan lendirnya, karena banyak mengandung manfaat
  • Bila menginginkan okra yang gurih dan empuk, pilihlah okra dengan ukuran sedang atau tidak terlalu besar maupun kecil. Sayur okra yang berukuran besar biasanya sudah terlalu matang sehingga agak keras.
  • Agar tidak cepat busuk, anda dapat menyimpannya di freezer atau membekukan okra, sehingga mencegah pembusukan atau perubahan warna.
  • Hindari memotong okra jika tidak ingin langsung dimasak, karena akan membuat bagian ujungnya menggelap ketika terlalu lama dibiarkan di udara terbuka.
  • Lendir yang dihasilkan sayur bendi ini bisa dijadikan saus kental untuk menambah cita rasa masakan.

D. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN OKRA

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel KLASIFIKASI OKRA

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae – Plants
Subkingdom: Tracheobionta – Vascular plants
Super divisi: Spermatophyta – Seed plants
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta – Flowering plants
Classis (Kelas): Magnoliopsida – Dicotyledons
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo (Bangsa): Malvales
Familia (Suku): Malvaceae – Mallow family
Genus (Marga): Abelmoschus Medik. – okra
Species (Jenis): Abelmoschus esculentus (L.) Moench – okra

NAMA-NAMA LAIN OKRA
Bahasa Inggris: lady’s fingers
Tanaman okra juga dikenal dengan nama lady’s finger (Thailand), okura (Jepang), kacang bendi (Melayu), dan okro atau gumbo (Jawa).

RESEP OKRA

  • Membuat Tumis Okra
    • Panaskan dua sendok makan minyak zaitun di atas penggorengan.
    • Masukkan sekitar 0,5 kilogram okra yang sudah dipotong dengan ketebalan kira-kira 1 cm.
    • Tumis dengan api sedang selama 5 menit hingga okra berubah warna menjadi lebih
    • Tambahkan 2 sendok makan cuka, bawang putih cincang dan bawang bombai yang telah di potong dadu.
    • Tumis kembali hingga kira-kira tiga menit lalu masukkan garam, lada, serta dua cangkir tomat yang telah dipotong.
    • Aduk kembali dan diamkan selam 10 menit.
    • Angkat, Tumis okra siap dihidangkan
  • Sate Okra
    Selain ditumis, okra juga dapat dipanggang. Caranya mudah saja, tusukkan 12-15 potong okra segar pada tusukan sate. Rapikan hingga menyerupai tangga dan cukup kuat untuk ditaruh di atas panggangan. Siram sate okra dengan minyak zaitun dan panggang sekitar dua menit pada tiap sisinya.

KONTRAINDIKASI OKRA

  • Okra mengandung oksalat, yakni kalsium yang menjadi penyebab batu ginjal.
  • Okra mengandung sejumlah fruktans, asupan fruktans yang berlebihan dapat mengakibatkan diare, penumpukan gas di dalam perut, kram perut, serta perut kembung pada orang dengan gangguan usus.
  • Okra mengandung senyawa solanin, yang merupakan bahan kimia beracun penyebab nyeri sendi, radang sendi, dan peradangan jangka panjang bagi orang yang sensitif dengan kandungan ini.

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat OKRA yang telah kami rangkum terkait kandungan zat atau nutrisi, klasifikasi tanaman, serta khasiat dan manfaatnya sebagai tanaman obat.

Tinggalkan komentar