Pare – Ciri-Ciri Tanaman Pare Serta Khasiat dan Manfaatnya

loading...

Hari ini kita akan membahas lengkap mengenai tanaman pare, yang meliputi ciri-ciri pare, jenis-jenis pare, khasiat dan manfaat pare, efek samping pare, klasifikasi pare dan budidaya pare, dibawah ini adalah topik selengkapnya :

gambar budidaya pare

Photo : Budidaya Pare

A. CIRI-CIRI PARE

BATANG
Tanaman ini tumbuh merambat atau memanjat dengan sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak serta batangnya berusuk isma.
DAUN
Daun tunggal, bertangkai dan letaknya berseling, berbentuk bulat panjang, dengan panjang 3,5 – 8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkalnya berbentuk jantung, serta warnanya hijau tua.
BUNGA
Bunga merupakan bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, mahkotanya berwarna kuning.
BUAH dan BIJI
Buahnya bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm, rasanya pahit, warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan tiga daun buah.

gambar buah pare

Photo : Pare Gajih / Pare Putih

Pare adalah tanaman yang merambat, buahnya menyerupai mentimun akan tetapi memiliki kulit yang keriput dan rasa yang khas, pahit. Pare ternyata banyak jenisnya dan tumbuh subur di beberapa negara termasuk Indonesia. Pare ada 3 Jenis : Pare gajih, pare hijau, dan pare ular.

  • Pare gajih : jenis Pare yang paling banyak dibudidayakan dan paling disukai. Jenis ini biasa disebut juga pare putih atau pare mentega yang berasal dari India dan Afrika dengan bentuk buah panjang berukuran 30 – 50 cm, diameter 3 – 7 cm, berat rata-rata antara 200-500 gram/ buah.
  • Pare hijau : berbentuk lonjong, kecil dan berwarna hijau dengan bintil-bintil agak halus. Buah Pare ini mempunyai panjang 15 – 20 cm, rasanya pahit dan daging buahnya tipis. Pare hijau ini mudah sekali pemeliharaannya, tanpa lanjaran atau para-para tanaman ini dapat tumbuh dengan baik.
  • Pare ular atau Pare belut (Trichosanthes anguina) : dapat dikenali dengan buahnya yang berbentuk bulat panjang, agak melengkung dan panjangnaya mencapai 60 cm. Permukaan kulit buahnya berwarna belang-belang, yaitu hijau keputih-putihan mirip kulit ular dan rasa dagingnya tidak begitu pahit.
gambar jenis pare

Photo : Pare Hijau

gambar pare ular

Photo : Pare Ular

Di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea, dan Cina, pare dimanfaatkan untuk pengobatan, antara lain sebagai obat gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah, bahkan telah diekstrak dan dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal atau jamu.

B. KANDUNGAN ZAT TANAMAN PARE

Buahnya mengandung albuminoid, karbohidrat, dan pigmen.
Daunnya mengandung momordisina, momordina, carantina, resin, dan minyak.
Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.
Akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat, sedangkan

Kandungan gizi per 100 gram:
Energi: 29 kal
Protein: 1,1 g
Lemak: 0,3 g
Karbohidrat: 6,6 g
Serat: 1,5 g
Kalsium: 45 mg
Fosfor: 64 mg
Zat Besi: 1,4 mg
Vitamin A: 180 IU
Vitamin B1: 0,08 mg
Vitamin C: 52 mg
Air: 91,2 g

C. KHASIAT DAN MANFAAT PARE

Tidak hanya buahnya saja yang mempunyai khasiat, daun pare pun juga memiliki khasiat buat kesehatan :

  • kemampuan bioaktif yang terdapat pada biji sayuran pare sehingga mampu mencegah adanya peningkatan gula darah setelah makan.
  • Pare mempunyai kemampuan untuk menangkal sel kanker dengan kandungan zat lesichin yang ternyata bermanfaat dalam meningkatkan kekebalan dan menangkal sel kanker di tubuh anda.
  • Dalam secangkir pare ternyata memiliki 16 kalori sehingga mampu membuat anda mengontrol nafsu makan dan membuat anda cepat kenyang. Tidak ada salahnya anda untuk mengkonsumsi pare di dalam menu makan anda sehingga membantu anda mendapatkan berat badan ideal.
  • Kandungan protein alpha-momocharin atau MAP 30 ternyata mampu membatasi perkembangan HIV. Pernytaan tersebut didukung penelitian yang dilakukan pada beberapa pasien yang mengidap AIDS yang diberikan ekstrak pare dan hasilnya kekebalan tubuh pasien tersebut meningkat.
  • Sayuran pare memiliki kandungan zat yang mampu membersihkan darah anda. Anda dapat mengkonsumsinya dengan cara di jus sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Konsumsi rutin pada pagi dan malam hari, dengan demikian dapat membantu anda dalam membersihkan darah.
  • Sayuran pare kaya dengan kandungan serat, vitamin C, kalium dan karoten. Rasa pahit pada sayuran pare ternyata sangat baik untuk membantu anda dalam mengatasi masalah pencernaan.
  • Sebuah studi dengan konsumsi sayuran pare ternyata merespon indera pengecapan sehingga sel saluran pernapasan ikut aktif dan menyebabkan saluran pernapasan menjadi luas dan masuknya aliran udara yang kuat, bagus untuk penderita asma
  • Vitamin c yang dihasilkan oleh pare dapat membantu anda dalam memelihara kecantikan anda selain itu ancaman efek buruk dari sinar ultraviolet dapat dicegah dengan mengkonsumsi sayuran pare.
  • Ekstrak biji peria selain digunakan sebagai bahan obat, ternyata juga dapat digunakan sebagai pembasmi larva alami yang merugikan seperti larva Aedes aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah dengue atau DBD.

Setelah kita tahu akan khasiat dan manfaat pare, mari kita mencoba membuat ramuan pare untuk mengatasi berbagai macam penyakit :
RAMUAN OBAT TRADISONAL MENGGUNAKAN PARE

  1. Pare sebagai Obat Kencing Manis.
    Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan. Tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu.
  2. Pare mengatasi Disentri.
    Sediakan 2 buah pare segar, cuci lalu potong-potong. Tambahkan seperempat gelas air bersih, lalu diblender. Seduh dan peras. Silakan diminum 2 kali sehari.
  3. Pare untuk Penambah ASI.
    Ambil 1 buah pare, cuci bersih, lalu rebus beberapa menit. Dipakai sebagai lalap.
  4. Pare untuk obat Bisul.
    Buah pare dipakai sebagai obat luar. Ambil 1 buah segar lantas dilumatkan. oleskan pada bagian yang terkenal bisul.
  5. Pare sebagai obat Bronkhitis.
    Sediakan 2-3 buah pare, lalu diambil sarinya. Berikan 1 sendok makan madu. Minum sekali sehari. Lakukan selama 3 bulan. Resep ini juga baik untuk menyembuhkan anemia, radang perut, sakit pada hati, nyeri haid, reumatik, dan melangsingkan tubuh.
  6. Pare untuk mengatasi cacing kremi.
    1 genggam daun pare segar, diberi seperempat cangkir air bersih, lalu blender. Saring dengan kain kasa. Jika perlu, tambahkan sedikit garam, gula aren secukupnya, dan jeruk nipis. Minum sekali sehari seperempat cangkir. Lakukan selama 1 minggu.
  7. Pare untuk mengobati Demam nifas.
    Ambil 3 daun pare segar, cuci bersih, dan lumatkan. Tambahkan segelas air dan sedikit garam, lalu seduh. Peras dan saring, lalu minum 2 kali sehari sebanyak setengah gelas.
  8. Sakit pada hati.
    Sediakan 6 gram daun pare segar, 5 gram rimpang temulawak, dan 110 ml air. Didihkan semua bahan selama 15 menit, lalu saring dengan kain kasa, dan peras. Minumlah sekali sehari. Ulangi selama 2 minggu.
  9. Rambut Subur.
    Ambil beberapa helai daun pare segar, cuci bersih lalu remas-remas. Cukup dioleskan ke kulit kepala anak.
  10. Pare untuk Batuk.
    Siapkan daun pare yang masih segar 7 daun pare segar, lantas seduh dengan 2 sendok makan air bersih. Setelah itu, peras dan saring. Minum 2 kali sehari.
  11. Menyembuhkan Bekas luka.
    Cuci bersih segenggam daun pare segar, lalu lumatkan. Tambahkan air panas sedikit, lalu peras. Campur air perasan dengan 2 sendok makan tepung beras, lalu aduk sampai merata. oleskan pada bagian bekas luka setiap hari.
  12. Parea untuk obat Wasir.
    Ambil 5 daun pare segar, tambahkan seperempat gelas air, didihkan dan peras. Ambil 3 sendok air perasan ini, lalu dicampur dengan segelas yoghurt cair. Minum setiap pagi.
  13. Pare sebagai obat mandul
    Siapkan 27 gram daun pare segar, 7 butir lada hitam, 3 siung bawah putih dan gula jawa 27 gram, semua bahan ramuan tersebut tumbuh sampai lumat lalu tambahkan satu gelas air bersih, peras saring ambil airnya tambahkan satu sendok air perasan jeruk nipis biar segar, minum satu kali sehari.
  14. Pare mengatasi Penyakit kulit.
    Buatlah 1 cangkir sari daun pare. Caranya, ambil 3 helai daun pare ditambah satu setengah cangkir air. Didihkan dan peras. Campur air perasan berupa sari ini dengan sesendok air jeruk. Minum sekali sehari.
  15. Pare untuk obat Ambeien.
    Ambil akar pare, cuci bersih, lantas lumatkan. Oleskan ramuan ini pada ambeien.

EFEK SAMPING BUAH PARE

  • Jika mengalami gangguan seksual, sebaiknya hentikan mengkonsumsi pare.
  • Konsumsi pare terus-menerus dapat mematikan sperma hingga tak ada sperma sama sekali, mengakibatkan impoten, merusak produksi hormone pria, bahkan berpotensi merusak liver.
  • wanita hamil sebaiknya membatasi konsumsi pare. Pada percobaan terhadap tikus bunting, pemberian jus pare mengakibatkan keguguran.
  • waspadai pemakaian pare secara berlebihan, apalagi jika dikombinasikan dengan obat antidiabetes.
  • Jika kadar gula darah kita cenderung rendah (kurang dari 80 mg/dl), seyogyanya tidak berlebihan menyantap pare.

TIPS MEMILIH PARE
Pilih pare yang masih segar, kita bisa melihatnya dari kontur kulit dan warnanya yang berwarna hijau cerah.
Jika Anda tidak terlalu suka dengan rasa pahit pada pare, coba pilih pare dengan benjolan yang lebih mononjol atau besar-besar, pare jenis ini biasa disebut pare jantung.
Tips menghilangkan rasa pahit buah pare : Dicuci Dengan Air Garam, Direbus Dengan Lempengan Tanah Liat atau bisa juga Direbus dengan daun jambu biji.

BUDIDAYA PARE

  • Persiapan Lahan: gemburkan dulu tanahnya dengan dicangkul , berikan pupuk kandang atau kompos, aduk dengan tanah sampai rata. Anda bisa juga menanamnya di pot atau polybag ukuran 35 cm x 35 cm.
  • Penanaman : buat lubang dengan jarak tanam 0,75 m x 0,75 m dengan satu lubang diisi 2 benih. Tutup lubang dengan tanah kemudian siram. Untuk menanam di polybag atau pot maka buatlah 1 lubang saja.
  • Pemeliharaan:
    • Berikanlah penyangga tanaman karena tanaman pare mempunyai sulur yang digunakan untuk merambat. penyangga menggunakan bambu ukuran panjang 2 m atau bisa juga dirambatkan ke pagar halaman rumah sehingga anda tidak perlu membuat ajir. Bisa juga dengan membuat para-para atau membetangkan tali rafia.
    • Penyiangan dilakukan apabila ada gulma/rumput yang mengganggu.
    • Supaya hasil yang maksimal lakkanlah pemangkasan atau pemotongan pucuk tanaman pada usia 3 MST dan 6 MST. Tujuannya agar muncul banyak cabang sehingga dari cabang-cabang tersebut nantnya akan muncul banyak bunga.
    • Penyiraman dilakukan seperlunya, Periksalah kondisi kelembaban tanahnya.
    • Pemupukan susulan diberikan pada usia 2 MST dan 6 MST. Pengendalian hama seperlunya saja apabila terlihat ada gejala penyakit atau serangan hama.
    • Kalau buahnya sudah terbentuk, bungkus dengan plastic untk melindungi serangan lalat buah dan serangga lainnya
  • Panen : Panen pertama sudah bisa dilakukan pada usia tanaman menginjak 2 atau 3 bulan.

D. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN PARE

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel klasifikasi PARE

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis (Kelas): Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo (Bangsa): Violales
Familia (Suku): Cucurbitaceae (suku labu-labuan)
Genus (Marga): Momordica
Species (Jenis): Momordica charantia L.

NAMA-NAMA LAIN TANAMAN PARE
Nama Latin/Ilmiah : Momordica charantia L
Indonesia: Pare, paria
Inggris: balsam-pear, bitter gourd
Melayu: Peria
Vietnam: muop dang, kho qua
Thailand: mara, phakha, maha
Pilipina: ampalaya, amargoso, paria, palia
Cina: ku gua, foo gwa

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat PARE yang meliputi Ciri-ciri PARE, Klasifikasi PARE, kandungan zat atau nutrisi PARE serta khasiat dan manfaat PARE sebagai tanaman obat.

loading...

Kata Kunci Pencarian :

khasiat pare belut | pare belut | ciri ciri pare | manfaat pare belut | jenis pare | manfaat krokot untuk kecantikan | klasifikasi tanaman pare | tumbuhan pare | morfologi tanaman pare lengkap | jenis jenis pare |
Pare – Ciri-Ciri Tanaman Pare Serta Khasiat dan Manfaatnya Ahli Pengobatan 29 Nov 2014. Pare – Ciri-Ciri Tanaman Pare Serta Khasiat dan Manfaatnya

loading… Hari ini kita akan membahas lengkap mengenai tanaman pare, yang meliputi ciri-ciri pare, jenis-jenis pare, khasiat dan manfaat pare, efek samping pare, klasifikasi pare dan budidaya pare, dibawah ini adalah topik selengkapnya : A. CIRI-CIRI PARE BATANG Tanaman ini tumbuh merambat atau memanjat dengan sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak serta batangnya […]

4.9 Ahli Pengobatan
2 Comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...