Sambiloto – Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaatnya

loading...

A. CIRI-CIRI SAMBILOTO

Sambiloto merupakan terna (tumbuhan yang batangnya lunak karena tidak membentuk kayu) yang tumbuh tegak Tinggi tanaman ini kira-kira hanya 40-90 cm. Bunganya berwarna ungu, Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 700 meter dari permukaan laut.

tanaman sambiloto

Gambar Tanaman Sambiloto

Sambiloto dapat tumbuh baik pada curah hujan 2000-3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius. Kelembaban yang dibutuhkan termasuk sedang, yaitu 70-90% dengan penyinaran agak lama.

daun sambiloto

Gambar Daun Sambiloto

Khasiat sambiloto sudah dikenal sejak dahulu. Awalnya cerita khasiat sambiloto hanya beredar terbatas dikalangan tertentu saja, seperti bangsawan atau kerabat keratin. Salah satu bukti keampuhan khasiat sambiloto terdapat dalam kitab Jawa Kuno Niticastra yang ditulis pada abada ke-13. Berbarengan dengan perkembangan zaman khasiat sambiloto sebagai salah satu obat alternative semakin diakui.
Jika dahulu khasiat sambiloto digambatkan dalam berbagai kisah dan symbol, saat ini sudah dibuktikan secara ilmiuiah lewat berbagai kajian dan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, tanaman sambiloto mengandung berbaga zat aktif yang sangat berguna bagi tubuh.

B. KANDUNGAN ZAT / NUTRISI SAMBILOTO

Berikut adalah beberapa kandungan bahan aktif dalam daun, batang bunga, dan akar tanaman sambiloto.

  • Kalsium dan natrium
  • Flavonoid yang antara lain berfungsi untuk mencegah dan menghancurkan penggumpalan darah.
  • Minyak asiri (essential oil) yang bermanfaat sebagai antiradang/
  • Zat andrographolid. Zat ini menghasilkan rasa pahit yang luar biasa pada sambiloto. Umumnya zat ini mengandung racun.
  • Alkane, keton, aldehid, asam kersik, dan dammar.
  • Kalium yang befungsi meningkatkan jumlah urine sekaligus membantu mengeluarkannya.
  • Laktone yang berfungsi sebagai antiradang dan antipiretik karena mengandung neoandrographolid, anrographolid,
  • deoksiandrographolid, 14-deoksi-11, dan 12-didehidroandrographolid.

C. MANFAAT DAN KHASIAT SAMBILOTO

Androrapholid adalah komponen utama dalam sambiloto yang memmiliki multiefek farmakologis. Zat aktif ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker hati, payudara, dan prostat. Sebagai koleritik, andrographolid, dapat meningkatkan aliran empedu, garam empedu, dan asam empedu. Selain itu, zat yang terasa pahit ini juga bisa meningkatkan produksi antibody (immunostimulant). Berkat efek faramakologisnya yang memapu merangsang daya tahan selular (fagositosis) dan memproduksi antibody (immunostimulant), dalam dunia pengobatan modern, ekstrak sambiloto sudah digunakan sebagai salah satu zat penghambat HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Hasil percobaan farmakologi menunjukkan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0.3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid.Selain itu, daun Sambiloto juga dipercaya bisa digunakan sebagai obat penyakit tifus dengan cara mengambil 10-15 daun yang direbus sampai mendidih dan diminum air rebusannya.

Berdasarkan berbagaikandungan zat aktif tersebut dapat diketahui secara pasti efek farmakologis dari sambiloto. Berikut ini dipaparkan beberapa efek faramkologisnya atau efek pengobatan sambiloto yang sudah diketahui :

  • Menghambat pertumbuhan trofosit placenta
  • Antiradang (antiinflamasi)
  • Antiinfeksi sehingga bisa digunakan sebagai antibiotic untik melawan virus.
  • Merangsang daya tahan sel (fagositosis) darah putih sehingga efektif untuk mengobati infeksi
  • Antibakteri bakteriotatis pada Staphylococcus aureus Pseudomonas aeruginosa, Proteus vulgans, dan Shigela dysenteriae.
  • Mampu melawan bakteri Salmonella dan Escherichia coli pada penderita tifoid dan disentri.
  • Penghambat reaksi imunitas (imunosupresi) dan penghilang rasa nyeri (analgesic), pereda demam (antpiretik),
  • penghilang panas dalam, dan penghilang bengkak.
  • Antiracun (detoksikasi)

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga, setelah itu dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan

D. KLASIFIKASI ILMIAH SAMBILOTO

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut adalah tabel klasifikasi sambiloto

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis (Kelas): Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo (Bangsa): Scrophulariales
Familia (Suku): Acanthaceae
Genus (Marga): Andrographis
Species (Jenis): Andrographis paniculata Nees

NAMA-NAMA LAIN SAMBILOTO
Nama Latin (Binomial): Andrographis paniculata (Burm.f.) Wall. ex Nees
Indonesia: Sambiloto
Melayu: Hempedu bumi
Cina: chuan xin lian

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat Sambiloto yang meliputi ciri-ciri Sambiloto, klasifikasi Sambiloto, kandungan zat atau nutrisi Sambiloto serta khasiat dan manfaat Sambiloto

loading...

Kata Kunci Pencarian :

ciri daun sambiloto | nama lain daun sambiloto | daun sambiloto | Nama latin sambiloto | yhs-1 | gambar daun sambiloto | pohon sambiloto | Ciri ciri daun sambiloto | sambiloto | ciri ciri tanaman sambiloto |
Sambiloto – Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaatnya Ahli Pengobatan 29 Nov 2014. Sambiloto – Ciri Tanaman, Serta Khasiat dan Manfaatnya

loading… A. CIRI-CIRI SAMBILOTO Sambiloto merupakan terna (tumbuhan yang batangnya lunak karena tidak membentuk kayu) yang tumbuh tegak Tinggi tanaman ini kira-kira hanya 40-90 cm. Bunganya berwarna ungu, Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Sambiloto dapat tumbuh baik pada curah hujan 2000-3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius. […]

4.9 Ahli Pengobatan

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...