SAWI

DESKRIPSI TANAMAN SAWI
Sawi adalah tanaman sayur-sayuran yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan masakan, baik di konsumsi mentah maupun di masak terlebih dahulu.
Di Indonesia penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau.
Sawi terdiri dari berbagai jenis yang mirip satu sama lain, antara lain :

1. SAWI HIJAU

Sayuran sawi hijau memiliki nama ilmiah Brassica rapa kelompok parachinensis. Selain itu, sayuran ini juga dikenal dengan nama sawi bakso karena digunakan untuk melengkapi bakso dan caisim atau caisin
Bagian daun sayuran ini lebar, oval panjang dan berwarna hijau, namun bagian tulang daunnya berwarna hijau keputihan dan tulang daunnya yang semakin mengecil.
Daun sayuran hijau ini terhubung dengan batang yang di bagian ujungnya menempel dengan batang lainnya. Kemudian, akar sayuran cruciferous ini berada di ujung batang-batang yang saling terhubung.
gambar manfaat sawi hijau
Menurut data pangan Kemenkes RI, dalam 100 gram sawi hijau mengandung beberapa nutrisi yang penting untuk tubuh, seperti:

  • Makronutrien
    • Energi (Energi): 20 Kalori
    • Protein (Protein): 1,7 gram
    • Lemak (Lemak): 0,4 gram
    • Karbohidrat (CHO): 3,4 gram
    • Serat (Serat): 1.2 gram
  • Mineral
    • Kalsium (Ca): 123 miligram
    • Fosfor (P): 40 miligram
    • Besi (Fe): 1,9 miligram
    • Natrium (Na): 18 miligram
    • Kalium (K): 358,2 miligram
    • Tembaga (Cu): 0,05 miligram
    • Seng (Zn): 1,4 miligram
  • Vitamin dan antioksidan
    • Beta-Karoten (Karoten): 862 mikrogram
    • Total Karoten (Re): 832 mikrogram
    • Thiamin (Vit. B1): 0,05 miligram
    • Riboflavin (Vit. B2): 0,18 miligram
    • Niasin (Niasin): 0,4 miligram
    • Vitamin C (Vit. C): 3 miligram

2. SAWI PUTIH

Sayuran ini merupakan bahan utama makan terkenal dari korea yaitu kimchi, makanan fermentasi khas Korea ini terbuat dari sawi putih.
Sayuran ini juga dikenal dengan nama petsai atau sawi cina.
Nama latin dari sawi putih adalah Brassica rapa group pekinensis.
gambar manfaat sawi putih
Ciri-Ciri Sawi Putih : Daunnya memiliki warna gradasi, yaitu bagian bawahnya hijau keputihan dan bagian atasnya hijau terang. Tekstur daunnya bergelombang tidak rata mengikuti tulang daun dengan tepi yang tidak rata. Kemudian, bagian batangnya berwarna putih dengan bentuk lebar, berserat, dan mengerucut di ujung.

Menurut data pangan Kemenkes RI, dalam 100 gram sawi putih mengandung beberapa nutrisi yang penting untuk tubuh, seperti:

  • Makronutrien
    • Energi (Energi): 9 Kalori
    • Protein (Protein): 1,0 gram
    • Lemak (Lemak): 0,1 gram
    • Karbohidrat (CHO): 1,7 gram
    • Serat (Fiber): 0,8 gram
  • Mineral
    • Kalsium (Ca): 56 miligram
    • Fosfor (P): 42 miligram
    • Besi (Fe): 1,1 miligram
    • Natrium (Na): 5 miligram
    • Kalium (K): 193,1 miligram
    • Tembaga (Cu): 0,05 miligram
    • Seng (Zn): 0,1 miligram
  • Vitamin dan antioksidan
    • Beta-Karoten (Karoten): 862 mikrogram
    • Total Karoten (Re): 832 mikrogram
    • Thiamin (Vit. B1): 0,05 miligram
    • Riboflavin (Vit. B2): 0,18 miligram
    • Niasin (Niasin): 0,4 miligram
    • Vitamin C (Vit. C): 3 miligram

3. SAWI PAK CHOY

Sayuran ini juga dikenal dengan nama Sawi sendok (pakcoy atau bok choy), selain sering ditumis untuk lauk, sayuran ini juga sering dibuat menjadi asinan.

Ciri-Ciri Pokchoy : Dari segi ukuran, pok choy lebih kecil dan pendek dibandingkan sawi putih yang tumbuh lebih panjang. selain itu, bentuk daun pak coy lebih mirip sendok. Itulah sebabnya, sayuran cruciferous ini disebut sebagi sawi sendok.
gambar manfaat sawi pak coy
Menurut data Nutrisi Nasional Departemen Pertanian di Amerika Serikat, dalam 100 gram pakchoy mengandung beberapa nutrisi yang penting untuk tubuh, seperti:

  • Makronutrien
    • Energi (Energi): 9 Kalori
    • Protein (Protein): 1,05 gram
    • Lemak (Lemak): 1,53 gram
    • Karbohidrat (CHO): 1,7 gram
    • Serat (Fiber): 0,7 gram
  • Mineral
    • Kalsium (Ca): 74 miligram
    • Fosfor (P): 26 miligram
    • Besi (Fe): 0,56 miligram
    • Natrium (Na): 176 miligram
    • Kalium (K): 176 miligram
    • Megnesium (Mg): 13 miligram
    • Seng (Zn): 0,13 miligram
  • Vitamin
    • Vitamin K: 31,9 miligram
    • Vitamin A: 156 miligram
    • Vitamin C: 31,5 miligram

4. SAWI KAILAN

Mempunyai nama latin Brassica oleracea group alboglabra atau dalam bahasa inggris dikenal dengan chinesse broccoli.

Meski ditulis sebagai kailan, namun orang menyebutnya “gailan” dalam bahasa Kanton.
gambar manfaat sawi kailan
Untuk membedakan sayuran ini dengan sayur lain, Anda perlu memperhatikan bentuk dan warnanya dengan cermat. Gailan memiliki warna yang lebih gelap, seperti warna brokoli yang pekat. Bagian batangnya mirip dengan kangkung, yaitu memiliki cabang yang dilengkapi satu daun yang letaknya bertingkat seperti kangkung. Hanya saja batang kangkung berongga, sementara gailan tidak. memiliki batang pendek dan daun yang lebar. Jadi, gailan memiliki bentuk yang kecil dan daun seperti pok choy.

Dalam 100 gram gailan yang sudah dimasak, mengandung beberapa nutrisi penting untuk tubuh, meliputi:

Loading...
  • Makronutrien
    • Energi (Energi): 22 Kalori
    • Protein (Protein): 1,1 gram
    • Lemak (Lemak): 0,7 gram
    • Karbohidrat (CHO): 3,8 gram
  • Mineral
    • Kalsium: 100 miligram
    • Besi: 0.6 miligram
    • Magnesium: 18 miligram
    • Fosfor: 41.0 miligram
    • Kalium: 261 miligram
    • Sodium: 7.0 miligram
    • Zinc: 0,4 miligram
    • Tembaga: 0,1 miligram
    • Mangan: 0,3 miligram
    • Selenium: 1.3 mikrogram
  • Vitamin
    • Vitamin C: 28.2 miligram
    • Vitamin E (Alpha Tocopherol): 0,5 miligram
    • Vitamin K: 84.8 mikrogram
    • Thiamin: 0.1 miligram
    • Riboflavin: 0.1 miligram
    • Niacin:0,4 miligram
    • Vitamin B6: 0.1 miligram
    • Folate: 99.0 mikrogram
    • Asam Pantotenat: 0.2 miligram
    • Choline: 25.3 miligram
    • Betaine:0.1 miligram

C. KHASIAT DAN MANFAAT SAWI

Menurut laporan Journal of Human Research dan Food and Health Innovation Service, manfaat sayuran sawi yang termasuk dalam genus Brassica, antara lain:

  • Sebagai anti-inflamasi
    Sawi juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mencegah peradangan kronis serta mengurangi risiko penyakit arthritis dan bengkak-bengkak lainnya. Ini karena sawi memiliki kandungan vitamin K dan asam lemak omega-3 yang memperkuat sistem imun tubuh. Selain itu juga mengandung isothiocyanate yang berfungsi mencegah peradangan dan mengurangi risiko stroke.
  • Meningkatkan imunitasSalah satu senyawa yang ada pada sayuran genus ini adalah indole. Jika dikonsumsi, senyawa ini dianggap dapat memperkuat respons tubuh terhadap serangan patogen. Itu artinya, tubuh jadi lebih kuat untuk melawan virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit.
  • Mencegah Kanker
    Beberapa tanaman kubisan-kubisan ini juga mengandung isotiosianat dan sulforafana yang memiliki sifat antikanker. Senyawa ini juga dapat menurunkan kadar stres oksidatif, mencegah pertumbuhan sel abnormal (tumor).Sawi juga merupakan sayur anti-karsinogenik yang mengandung glucosinolate, yang kemudian dikonversi ke isothiocyanate yang memiliki sifat pencegahan kanker. Selain itu, kandungan antioksidan, vitamin dan mineral sawi juga sangat tinggi sehingga sangat baik menurunkan risiko terserang kanker.

    Beberapa penelitian menemukan bahwa ada beberapa jenis kanker yang kemungkinan besar bisa dicegah dengan mengonsumsi sayuran ini secara rutin, yaitu kanker hati, kanker paru, kanker kolorektal, kanker prostat, kanker payudara, kanker pankres, kanker lambung, dan kanker kandung kemih.

  • Menjaga kesehatan jantung
    Kelompok sayuran sawi kebanyakan mengandung polifenol, seperti lignan, flavonoid, dan fenolik. Senyawa tersebut berperan dalam merespons patogen, menjaga kolesterol tetap normal, dan memberi perlindungan dari sinar UV. Fungsi polifenol tersebutlah yang mampu mencegah terjadinya peradangan di tubuh, salah satunya menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Membantu detoks tubuh
    Sawi yang kaya serat akan sekaligus menjadi agen detoks yang sangat baik di dalam usus. Selain itu, sawi juga mengandung sulfur dan antioksidan sehingga sangat baik dalam detoksifikasi tubuh. Karena sawi kaya akan klorofil, ini juga sangat baik dalam menyerap karbon dioksida yang akan mengeluarkan limbah dari dalam tubuh.
  • Sumber vitamin dan mineral
    Sawi merupakan sayur kaya vitamin A, C, dan K yang penting menjaga fungsi tubuh. Vitamin C dan A adalah antioksidan alami yang kuat melindungi tubuh dari radikal bebas, memperkuat imunitas dan menjaga kesehatan penglihatan. Vitamin K sendiri berfungsi menjaga kepadatan tulang dan bahkan mampu mencegah kerusakan syaraf otak.Sawi juga merupakan sumber zat besi, magnesium, kalsium, seng, kalium, selenium, mangan, folat, protein, dan serat makanan yang baik untuk pencernaan dan penurunan kolesterol. Asam folat sangat baik dalam sintesis DNA, mencegah cacat janin dan menjaga perkembangan janin sehat.
  • Kaya antioksidan
    Sawi merupakan sumber fitonutrien atau tanaman yang dihasilkan nutrisi serta antioksidan. Selain vitamin C dan A, juga memiliki asam hydroxycinnamic, isothamnetin, quercetin, dan kaempferol yang merupakan fitonutrien antioksidan kunci yang dibawa sawi.

D. KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN SAWI

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel KLASIFIKASI SAWI

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae – Plants
Subkingdom: Tracheobionta – Vascular plants
Super divisi: Spermatophyta – Seed plants
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta – Flowering plants
Classis (Kelas): Magnoliopsida – Dicotyledons
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo (Bangsa): Capparales
Familia (Suku): Brassicaceae ⁄ Cruciferae – Mustard family
Genus (Marga): Brassica L. – mustard
Species (Jenis): Banyak jenisnya *

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat SAWI yang telah kami rangkum terkait kandungan zat atau nutrisi, klasifikasi tanaman, serta khasiat dan manfaatnya sebagai tanaman obat.

Tinggalkan komentar