Temu Giring

Loading...

DESKRIPSI
Tanaman temu giring adalah tumbuhan dalam golongan temu-temuan atau rimpang, seperti halnya, kunyit, jahetemu item, temulawak, temukunci, lengkuas dan sebagainya.
Temu giring merupakan salah satu tanaman obat tradisional atau jamu, Rasanya pahit, sedikit pedas, dan lama-kelamaan menimbulkan rasa tebal.
Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman temu giring yaitu rimpangnya yang dengan akar dalam tanah. tumbuhan ini tingginya bisa mencapai 2 meter, dan merupakan tumbuhan tahunan..
gambar tanaman temu giring

Tumbuhan yang bernama ilmiah “Curcuma heyneana” ini berkhasiat sebagai obat cacing, yang dapat menangkal serangan cacing gelang (Ascaris), hal ini berkat kandungan piperazin sitrat pada temu giring.

Temu giring banyak tumbuh di Pulau Jawa. Kini, temu giring sudah banyak diusahakan oleh masyarakat sebagai tanaman apotek hidup, terutama di Jawa. Penduduk Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat sudah membudidayakan Tanaman Berkhasiat Obat ini

A. CIRI-CIRI TANAMAN

BATANG
Batangnya berwarna hijau pucat dan tumbuh tersusun atas banyak pelepah daun.
DAUN
Daunnya berbentuk lanset melebar, Helaian daunnya tipis, uratnya kelihatan dan berwarna hijau muda. daun-daun pelindungnya mempunyai ujung yang lancip.
BUNGA
Perbungaannya muncul dari samping batang semu, Pinggiran mahkota bunga berwarna merah. Bunganya memiliki daun-daun pelindung yang berujung lancip. Ciri-ciri paling khas yaitu mahkota bunganya (petal) berwarna merah muda, sangat indah.
BUAH / RIMPANG
Rimpang temu giring tumbuh menyebar di sebelah kiri dan kanan batang secara memanjang sehingga terlihat kurus atau membengkok ke bawah. Secara kesuluruhan, rimpang temu giring umumnya tumbuh mengarah ke bawah dengan percabangan berbentuk persegi. Apabila rimpang dibelah, akan terlihat daging rimpang berwarna kuning. Bagian dalam dari temu giring mirip dengan temu mangga

B. KANDUNGAN ZAT

Beberapa kandungan dalam temu giring antara lain : piperazin sitrat, Minyak Atsiri, flavonoida, saponin, monoterpen dan kurkumin, berpotensi sebagai antioksidan.
manfaat rimpang temu giring

C. KHASIAT DAN MANFAAT

Dengan kadar antioksidan yang tinggi, rimpang temugiring dapat diandalkan sebagai penetral radikal bebas dan mengurangi kerusakan sel dalam tubuh, temu giring memiliki khasiat mencerahkan dan menghaluskan kulit. Rimpang temu giring juga bisa mengangkat sel kulit mati sehingga membuat kulit tampak cerah.
Perempuan calon pengantin jaman dulu biasanya diluluri menggunakan temu giring selama sebulan penuh, hingga akhirnya kulit yang tadinya hitam dan bersisik berubah jadi kuning langsat.

Almarhum Prof HM Hembing Wijayakusuma, ahli pengobatan trasidional dan akupunktur yang pernah menjabat Ketua Umum Perhimpunan Pengobatan Tradisional Akupunktur se-Indonesia menyebutkan temu giring menjadi obat untuk mengatasi perasaan tidak tenang atau cemas, jantung berdebar-debar, haid tidak teratur, obat rematik, menambah nafsu makan, meningkatkan stamina, menghaluskan kulit, obat jerawat, obat cacar air, dan obat batuk .

Mengutip dari usd.ac.id, Skolastika Feranda Wardhani (Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), melakukan isolasi dan identifikasi senyawa aktif penangkap radikal bebas 2,2 difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) UV protection, dan antibakteri pada ekstrak rimpang temu giring. Hasil penelitian menyimpulkan ekstrak rimpang temu giring memiliki aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH, UV protection, dan anti bakteri, dan teridentifikasi sebagai golongan senyawa flavonoid.

loading...

Tim peneliti Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin Makassar, meneliti uji aktivitas ekstrak etanol temu giring sebagai bahan tabir surya. Pengujian didasarkan pada kemampuan bahan mengabsorbsi sinar ultraviolet. Melalui uji aktivitas terhadap ekstrak etanol temu giring secara in vitro menggunakan spektrofotometer uv-vis, disimpulkan ekstrak etanol temu giring dapat memberikan perlindungan kulit dari radiasi UV dengan persen transmisi eritema 0,90 dan persen transmisi pigmentasi 0,96 sehingga dikategorikan sebagai tabir surya secara total.

Tim peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, meneliti pengaruh formulasi krim minyak atsiri rimpang temu giring terhadap sifat fisik dan daya anti jamur terhadap Candida albicans. Hasil penelitian menyebutkan krim minyak atsiri rimpang temu giring M/A (diameter zona hambatan 1,84±0,071 cm) memiliki daya anti jamur terhadap Candida albicans yang lebih baik daripada krim A/M (diameter zona hambatan 1,70±0,074 cm).

CARA MERAMU OBAT

  • Mengobati Cacingan pada Anak
    • Siapkan 20 gram rimpang Temu Giring untuk usia 3-8 th atau 40 gram untuk usia 9-12 th.
    • Rebus rimpang tersebut dalam segelas air, tambah dengan sedikit garam.
    • Angkat dan saring Setelah air mendidih dan tersisa setengahnya
    • Minumkan pada anak 2 jam sebelum sarapan pagi.
    • Lakukan hal ini selama 5-7 hari.
  • Obat Disentri
    • Sediakan satu jari rimpang Temu Giring,
    • Tambahkan 5 gram daun (muda) Delima Putih, 3 biji Adas manis, 1 jari Pulosari, dan 1 siung Bawang Merah.
    • Tumbuk semua bahan hingga halus,
    • Tambahkan secangkir air panas, peras, dan saring.
    • Minum air perasannya, dan lanjutkan dengan berkumur air teh hangat.
  • Mengatasi Bau Badan
    • Ambil ½ jari rimpang Temu Giring
    • Seduh dengan 100 ml air panas.
    • Diamkan 5 menit
    • Minum airnya sehari sekali dan lakukan secara rutin selama seminggu.
  • Obat Campak
    • Sediakan 2 gram Temu Giring, 3 gram herba Benalu Kelor, 4 gram daun Cangkring, dan air secukupnya.
    • Cuci semua bahan tersebut,
    • masukan ke dalam 110 ml air.
    • Didihkan selama 15 menit, lalu saring dan peras sampai mendapat 100 ml. minum 2 kali sehari, pagi dan sore, masing-masing 100ml.

D. KLASIFIKASI ILMIAH

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah tabel Klasifikasi TEMU GIRING

Kingdom (Dunia/Kerajaan): Plantae
Subkingdom:
Super divisi:
Divisio (Pembagian): Magnoliophyta
Classis (Kelas): Liliopsida
Sub Kelas :
Ordo (Bangsa): Zingiberales
Familia (Suku): Zingiberaceae
Genus (Marga): Curcuma
Species (Jenis): Curcuma heyneana

NAMA LAIN TANAMAN TEMU GIRING
Kuning Gajah, Temu poh,
Pale tumeric (Inggris)

Demikianlah pengenalan tentang Tanaman Obat TEMU GIRING yang telah kami rangkum terkait kandungan zat atau nutrisi, klasifikasi tanaman, serta khasiat dan manfaatnya sebagai tanaman obat.

Tinggalkan komentar